Seorang Kades di Sumsel Jadi Dalang 4 Kasus Perampokan

Elwani (43 tahun), pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Melati Agung, Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menjadi dalang dalam empat kasus perampokan. Bahkan dalam menjalankan aksinya, komplotan yang dipimpin Elwani tidak segan-segan melukai korbannya.
Kepala Kepolisian Resor OKU Timur, Sumsel, AKBP Erlin Tangjaya, mengatakan tersangka bersama komplotan yang dipimpinnya sudah menjalankan aksi perampokan sejak tahun 2014 lalu di wilayah OKU Timur dan sekitarnya. Aksi yang dilakukan tersangka bersama 10 rekannya yang lain tergolong sadis, karena tak segan-segan melukai serta membunuh korbannya.
"Hasil pemeriksaan sementara, setidaknya ada 4 kasus perampokan disertai kekerasan yang melibatkan tersangka secara langsung," katanya, Rabu (19/2).
Erlin bilang, salah satu kasus perampokan yang melibatkan tersangka Elwani yakni terjadi pada November 2016 lalu, dimana komplotan yang dipimpin tersangka melakukan aksi perampokan rumah korban H Bustan (54 tahun) di Desa Tanjung Kukuh, Kecamatan Semendawai Barat, OKU Timur. Akibatnya, korban kehilangan uang Rp 100 juta dan perhiasan emas 670 gram.
Petugas dari Polres OKU Timur dibantu Jatanras Polda Sumsel yang melakukan penyelidikan atas kasus ini, kata Erlin, kemudian menangkap tersangka Makmun (47 tahun) salah seorang dari komplotan yang dipimpin tersangka Elwani. Saat itu yang bersangkutan ditangkap saat bersembunyi di area kebun kopi di wilayah OKU Selatan.
"Hasil pemeriksaan menyebutkan jika emas dan uang yang didapat dari hasil perampokan tersebut dijual oleh tersangka Elwani, dan dibagikannya kepada rekan-rekannya yang terlibat dalam perampokan itu," katanya.
Selanjutnya, setelah mendapatkan bukti dan informasi yang cukup tim kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka Elwani saat berada di kediamannya pada Minggu (16/2). Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti satu unit kendaraan yang digunakan tersangka untuk menjual setiap hasil perampokan.
"Total dari 11 pelaku yang tergabung dalam komplotan perampok ini delapan orang sudah berhasil ditangkap, satu meninggal dunia, dan dua lagi saat ini tengah diburu oleh petugas," katanya. (jrs)
