Kumparan Logo
Konten Media Partner

Singapura Jadi Investor Terbesar di Sumsel

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Taman Merlion, Singapura. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Taman Merlion, Singapura. Foto: Getty Images

Singapura menjadi negara dengan kontribusi terbesar, menyumbang investasi di Sumsel sebesar Rp 26,98 triliun. Tak hanya itu Tiongkok menyusul dengan nilai investasi Rp 4,12 triliun, Malaysia Rp 1,28 triliun, Jepang Rp 407 miliar, dan Luksemburg Rp 330 miliar. Berkat capaian tersebut, Sumsel berhasil masuk dalam lima besar provinsi dengan realisasi PMA tertinggi di tingkat nasional pada triwulan IV 2024. “Ini membuktikan bahwa Sumsel semakin dilirik sebagai destinasi investasi yang strategis di Indonesia,” ungkap Penata Kelola Penanaman Muda Ahli Madya Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Eko Agusrianto. Tak hanya berdampak pada perekonomian, lonjakan investasi ini juga berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2024, tercatat sebanyak 47.792 orang berhasil terserap ke berbagai sektor, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 28.971 orang. "Kami mencatat investasi Sumsel sepanjang tahun 2024 berhasil diraih mencapai Rp 70,92 triliun, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 170,89 persen atau Rp 41,5 triliun. Capaian ini juga melebihi target Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar 109,41% dari target Rp 64,82 triliun. Selain itu, capaian ini berasal dari kombinasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN), yang keduanya melampaui target RPJMD dan BKPM Eko menjelaskan dari total realisasi tersebut, PMDN mendominasi dengan nilai investasi sebesar Rp 36,67 triliun atau 51,71% dari total investasi. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 42,37% secara year-on-year (yoy). Sementara itu, PMA juga mencatat pertumbuhan mengesankan sebesar 56,53% yoy, dengan total investasi mencapai Rp 34,52 triliun atau 48,29% dari keseluruhan realisasi. “Pertumbuhan PMA menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap iklim investasi di Sumsel yang semakin kondusif,” tambah Eko. Lima subsektor utama menjadi motor penggerak investasi di Sumsel sepanjang 2024. Industri kertas dan percetakan menduduki peringkat tertinggi dengan total investasi mencapai Rp 25,02 triliun. Disusul sektor pertambangan sebesar Rp 9,64 triliun, sektor listrik, gas, dan air senilai Rp 8,22 triliun, industri makanan Rp 5,81 triliun, serta sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan investasi Rp 5,52 triliun.