Kumparan Logo
Konten Media Partner

Siswa SMK di Palembang Jalani Tes Urine Usai Dituduh Guru Pakai Narkoba: Negatif

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nita, orang tua dari siswa SMK di Palembang yang dituduh gurunya memakai narkoba. (foto: Abdullah Toriq)
zoom-in-whitePerbesar
Nita, orang tua dari siswa SMK di Palembang yang dituduh gurunya memakai narkoba. (foto: Abdullah Toriq)

Seorang siswa SMK Negeri 7 Palembang berinisial M akhirnya menjalani tes urine di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang setelah dituduh menggunakan narkoba oleh seorang guru. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa M negatif narkoba, menepis tuduhan yang sempat membuat heboh lingkungan sekolah.

Orang tua siswa, Nita (35), mengatakan dirinya langsung mengambil langkah untuk membuktikan bahwa anaknya tidak bersalah setelah mendengar tuduhan tersebut. Tes dilakukan tiga hari setelah kejadian, tepatnya pada 29 September 2025.

“Kami langsung bawa hasilnya ke sekolah. Tapi saya memilih menemui guru yang menuduh anak saya, karena masalah ini muncul dari oknum, bukan dari institusi sekolah secara keseluruhan,” ujar Nita, Kamis (9/10/2025).

Tak hanya itu, Nita mengaku setelah video kejadian itu viral, guru yang menuduh M datang ke rumah Nita bersama kepala sekolah, wakil kepala humas, dan wali kelas untuk meminta maaf. Namun, menurut Nita, permintaan maaf tersebut terasa tidak tulus.

“Kalau memang menyesal, seharusnya datang sendiri, bukan ramai-ramai. Saya juga minta dibuatkan video permintaan maaf pribadi untuk memulihkan nama anak saya,” jelasnya.

Namun, permintaan tersebut tak dipenuhi. Pihak sekolah justru membuat video bersama yang melibatkan beberapa guru lain. Karena dianggap tidak sesuai kesepakatan, Nita meminta agar permintaan maaf dilakukan langsung di depan siswa, tetapi mediasi itu juga gagal.

Merasa tidak mendapatkan keadilan, Nita akhirnya melapor ke Polrestabes Palembang atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

“Kesempatan meminta maaf sudah kami berikan berkali-kali, tapi tidak diindahkan. Jadi sekarang biarlah proses hukum yang berjalan,” katanya.

Sebelumnya Nita menceritakan, pada Jumat (26/9/2025) ia menerima telepon dari pihak sekolah yang memintanya datang karena anaknya disebut terlibat masalah. Namun, setibanya di sekolah, ia baru mengetahui bahwa anaknya dituduh menggunakan narkoba berdasarkan video yang beredar di media sosial.

“Saya marah dan kecewa sekali. Tuduhan itu disampaikan tanpa bukti kuat. Anak saya difitnah,” tegasnya.