Sumsel Belum Mampu Produksi 1 Juta Ton Karet per Tahun

Konten Media Partner
20 Desember 2023 11:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy, Foto : Abdul Toriq/Urban Id
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy, Foto : Abdul Toriq/Urban Id
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sumatera Selatan (Sumsel) kini menjadi daerah yang memiliki 3 juta hektare perkebunan karet dan hasil produksi karet dikirim ke ke Jepang dan beberapa negara di Benua Amerika. Namun produksinya masih terbilang rendah dibandingkan total luasan kebun karet yang tersebar di sejumlah kabupaten.
ADVERTISEMENT
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex K Eddy menyebutkan Sumsel belum dapat memproduksi hasil komoditas karet 1 juta ton per hektare, meski memiliki perkebunan karet dengan luasan 3 hektare.
"Ini berdampak pada pendapatan petani karet masih rendah," kata dalam kegiatan South Sumatra Economic Outlock 2024, Selasa 19 Desember 2023.
Alex menuturkan dari data yang diterima Gapkindo Sumsel, produksi karet baru 1,7 ton per tahun pada akhir 2023 untuk seluruh hasil produksi dari perkebunan di Sumsel. Pencapaian produksi karet masih rendah dipengaruhi banyak pohon karet terdampak penyakit daun dan sudah banyak pohon tua.
"Harga karet belum menunjukkan angka yang baik, masih 1,45 sgd dan masalahnya produktivitas karet di Sumsel rendah karena kualitas getah turun 30-40 persen akibat kelangkaan pupuk dan pemerintah tidak memberikan subsidi pupuk untuk komoditi karet," ungkapnya.
Perkebunan karet. (Foto: Dok. Wikimedia)
Alex mengakui, Gapkindo Sumsel masih mencari solusi terbaik untuk menjawab tantangan produktivitas dan kualitas karet soal teknik peremajaan optimal dengan memberikan pupuk yang baik untuk mengatasi penyakit daun hingga ke akar.
ADVERTISEMENT
"Masalahnya, pupuk di tingkat petani, mereka sulit mencari pupuk yang bagus. Selain pengaruh kelangkaan pupuk dan harga cukup mahal," timpal dia.
Gapkindo Sumsel berharap pemerintah bisa membuat kebijakan khusus terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi agar peremajaan komoditas karet maksimal dan dapat mendorong komoditas karet masuk dalam komoditi strategis subsidi.
"Kita terus melakukan sosialisasi pengadaan pupuk. Harapannya supaya penyakit daun bisa diatasi. Selama ini masalah penyakit tidak diatasi sampai akar," kata dia.