Sumsel Masih Siagakan 5 Helikopter untuk Atasi Karhutla
·waktu baca 2 menit

Upaya Pemprov Sumsel dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Satu unit helikopter water bombing jenis Mi8 MTV-1 dengan nomor registrasi EX-08033 resmi diperbantukan untuk memperkuat armada udara di Sumsel.
Dengan tambahan ini, Sumsel kini memiliki lima helikopter water bombing dan dua unit helikopter patroli udara yang disiagakan di sejumlah titik rawan karhutla.
“Iya, kita dapat tambahan satu helikopter water bombing dari BNPB untuk memperkuat penanganan karhutla di Sumsel,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Jumat (10/10/2025).
Sebelum dioperasikan, helikopter tersebut telah menjalani pemeriksaan dokumen dan verifikasi teknis oleh tim PPK BNPB. Setelah dinyatakan layak terbang pada Rabu (8/10), helikopter langsung diterjunkan melakukan pemadaman di wilayah Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sehari kemudian.
Dalam satu hari operasi, helikopter tersebut mencatat delapan kali water bombing dengan total sekitar 32 ribu liter air yang disiramkan ke titik api di lahan gambut seluas tiga hektare.
“Helikopter langsung kita operasionalkan di OKI karena wilayah itu masih terdapat titik panas aktif. Pemadaman dilakukan sejak pagi hingga sore,” kata Sudirman.
Meski beberapa wilayah Sumsel mulai diguyur hujan, namun Sudirman mengingatkan bahwa curah hujan belum merata dan risiko karhutla masih cukup tinggi, terutama di kawasan lahan gambut dan semak belukar yang mudah terbakar.
“Jadi, tambahan helikopter ini bukan karena kebakaran meningkat, tapi lebih pada kesiapsiagaan. Kita tidak ingin kecolongan. Hujan memang sudah turun, tapi belum merata di semua daerah,” jelasnya.
Selain di OKI, pemadaman udara juga dilakukan di Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI. Di lokasi ini, helikopter melakukan 20 kali water bombing untuk memadamkan lahan terbakar sekitar satu hektare. Namun hingga operasi berakhir, kawasan tersebut masih terpantau berasap.
BPBD Sumsel bersama Satgas Karhutla terus memantau perubahan cuaca dan potensi munculnya titik panas baru melalui pantauan satelit dan laporan lapangan. Tambahan armada udara ini disebut menjadi bagian penting dari strategi siaga dini, padam cepat yang digalakkan Pemprov Sumsel sejak awal musim kemarau.
“Dengan tambahan helikopter ini, kita bisa lebih cepat bergerak jika ada titik api baru. Prinsipnya, jangan tunggu api besar baru padam,” tegas Sudirman.
