Sumsel Targetkan Mandiri Benih Padi pada 2029
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menegaskan komitmennya untuk mencapai kemandirian benih padi dalam empat tahun ke depan. Target ini diwujudkan melalui program Gerakan Sumsel Mandiri Benih Padi yang resmi diluncurkan pada perhelatan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional (GPTPN) ke-10 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu (13/9/2025).
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, saat ini kebutuhan benih padi di Sumsel mencapai sekitar 27 ribu ton per tahun. Namun, kapasitas produksi lokal baru sekitar 8 ribu ton atau sepertiga dari kebutuhan.
“Produktivitas pertanian tidak cukup hanya dengan memperluas lahan. Kualitas input, terutama benih unggul bersertifikat, menjadi faktor penentu. Karena itu, Sumsel harus mampu memenuhi kebutuhan benihnya secara mandiri,” ujar Herman Deru.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan program kemandirian benih akan mulai dijalankan pada 2026. Pada tahap awal, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih untuk menggarap 200 ribu hektare lahan.
“Targetnya, pada 2029 kebutuhan benih padi Sumsel bisa dipenuhi 100 persen dari produksi lokal. Dengan begitu, petani tidak lagi tergantung pasokan dari luar daerah,” kata Bambang.
Selain meluncurkan gerakan kemandirian benih, Sumsel juga memperkenalkan inovasi teknologi padi apung untuk memanfaatkan lahan rawa yang selama ini sulit diolah. Teknologi ini dinilai relevan karena 73 persen lahan pertanian di Sumsel berupa rawa yang tergenang pada musim hujan.
Dalam ajang GPTPN ke-10, Sumsel memamerkan 79 varietas benih unggul kepada peserta dari 27 provinsi. Dengan dukungan kementerian, APBD provinsi dan kabupaten, Sumsel optimistis tidak hanya mandiri benih, tetapi juga berperan sebagai pemasok benih nasional di masa mendatang.
“Harapannya Sumsel bukan sekadar memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga bisa menopang program ketahanan pangan nasional,” tutup Bambang.
