TACB Sebut Proyek Lift Jembatan Ampera Berisiko Rusak Cagar Budaya
ยทwaktu baca 3 menit

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) menilai rencana proyek Satker PJN wilayah III Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat membangun lift di Jembatan Ampera Palembang berisiko merusak cagar budaya.
Ketua TACB Palembang, Retno Purwanti, mengatakan proyek pemasangan lift di Jembatan Ampera dilakukan tanpa kajian akademis, sehingga berisiko merusak bangunan yang masuk dalam daftar cagar budaya di Palembang itu.
"Tidak ada kajian akademis (cagar budaya). Selain untuk memudahkan orang naik-turun ke atas dan melihat pemandangan, apa lagi sih manfaat nya?," kata Retno, Senin (14/11).
Retno bilang, proyek itu justru akan menambah beban dari jembatan yang telah berusia 57 tahun tersebut. Di mana akan mengakibatkan kerusakan keaslian struktur dan keaslian arsitektur, merusak citra sebagai bangunan landmark kota, dan belum lagi gangguan lalu lintas akibat kebutuhan parkir yang tidak terpenuhi.
"Dengan biaya proyek mencapai Rp 27 miliar itu kenapa tidak untuk beli hidrolik yang hilang di jembatan itu saja," katanya.
Dengan begitu, Jembatan Ampera nantinya bisa naik-turun seperti awal dibangunnya. Kalau itu terjadi maka akan menjadi satu-satunya jembatan yang bisa naik turun di Asia Tenggara.
"Meskipun untuk ini juga harus melalui kajian lebih lanjut," katanya.
Sementara itu, Kasatker PJN 3 PPK 3.6 Jembatan Khusus BBPJN Wilayah Sumsel, Dicky Romansyah, mengatakan pembangunan lift Jembatan Ampera sudah melalui proses perencanaan oleh Satker P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional) dan melibatkan pembahasan, perhitungan serta pengkajian KKJTJ (Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan).
"KKJTJ merupakan kumpulan para ahli jembatan baik dari unsur akademisi, praktisi, profesional, maupun birokrat yang bertugas melakukan evaluasi untuk keamanan jembatan dan terowongan jalan dari segi desain dan pelaksanaan konstruksi agar memenuhi standar yang berlaku," katanya.
Menurutnya, proyek tersebut sudah dilakukan perhitungan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, baik kekuatan struktur dan lainnya. Di mana sebelum pemasangan lift, akan dilakukan pengetesan, pengujian, dan perkuatan terlebih dahulu pada bagian-bagian tower dan struktur Jembatan Ampera.
"Dengan revitalisasi dan pemasangan lift dimaksudkan untuk semacam wisata pandang di lantai atas Jembatan Ampera yang dapat melihat Kota Palembang dari atas. Tentunya jumlah pengunjung yang mau naik ke atas diatur dibatasi jumlahnya," katanya.
Dicky menjelaskan, tahun 2022 ini sesuai perencanaan baru melaksanakan pemasangan 1 lift pada menara sisi hilir. Sedangkan untuk 1 lift lagi untuk menara sisi Ulu direncanakan tahun depan.
Di mana sebelum lift dipasang telah dipastikan dilakukan perkuatan struktur terlebih dahulu terhadap struktur bawah jembatan, struktur penunjang lift, dan bagian lantai atas menara. Setelah lift terpasang akan dilakukan proses setting, kelistrikan dan pengecekan comisioning terlebih dahulu.
"Rencananya lift ini akan siap dioperasikan pada pertengahan Desember 2022," katanya.
