Tiger Fish di Sumsel Lagi Laku, Harganya hingga Rp 25 Juta

Setelah sempat laku terjual hingga Rp 25 juta, kini nelayan yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Lalan, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, mulai berburu ikan elang atau tiger fish.
Rival salah satu nelayan di Desa Muara Bahan, mengaku tiger fish cukup sulit ditangkap. Bahkan dalam 1 minggu belum tentu mendapatkan ikan itu, meski sudah membentang jaring disepanjang sungai.
"Ikan elang ini tidak ada musiman karena bisa dijumpai kapan saja. Kalau pun dapat kami biasanya langsung memotong jaring agar ikan tidak cacat," katanya, Selasa (28/7)
Harga jualnya pun bervariasi, tergantung besar kecilnya ikan yang berhasil ditangkap. Misalnya untuk ukuran 10 cm bisa dihargai Rp 200-250 ribu per ekor.
"Itu pun jika ukuran garis tidak terlalu bagus. Tapi kalau yang sempurna bisa sampai Rp 1 juta per ekor," katanya.
Menurutnya, pemesan sendiri datang dari Jakarta kemudian di kirim lagi ke Vietnam, Rival sendiri juga pernah menjual paling mahal Rp 25 juta, ukuran 15 cm shot body yang paling banyak loreng macan.
Camat Bayung Lencir, M Imron, mengatakan pemerintah daerah pada dasarnya mendukung secara penuh nelayan yang berada di Desa Muara Bahar dan Desa Muara Medak dalam rutinitasnya mencari ikan hias.
“Yang penting masyarakat tetap menjaga ekosistem lingkungan, jangan karena hanya ingin menangkap ikan mengabaikan lingkungan,”katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikananan Muba, Hendra Trys Tomi, mengaku jika tiger fish tidak termasuk ikan yang dilarang dalam peraturan menteri LHK P.106.
"Tapi untuk tetap menjaga ekosistem penangkapan juga harus disesuaikan, jika masih kecil ada baiknya dilepaskan terlebih dahulu," katanya. (jrs)
