Kumparan Logo
Konten Media Partner

UNSRI Panggil Senior yang Paksa Mahasiswa Baru Ciuman saat Ospek

Urban Idverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para anggota HIMATETA UNSRI saat klarifikasi mengenai video viral perpeloncoan mahasiswa baru/instagram: himateta_unsri
zoom-in-whitePerbesar
Para anggota HIMATETA UNSRI saat klarifikasi mengenai video viral perpeloncoan mahasiswa baru/instagram: himateta_unsri

Universitas Sriwijaya (UNSRI) memberikan klarifikasi terkait video viral perpeloncoan berupa cium kening yang terlihat dilakukan di lingkungan kampus UNSRI Indralaya.

Dalam akun Instagram unsri.official, memberikan klarifikasi terkait video tersebut yang mengatakan bahwa organisasi tersebut ialah HIMATETA.

"Sehubungan dengan kegiatan yang dilakukan HIMATETA, Pimpinan Fakultas Pertanian telah memanggil dan menginvestigasi ketua dan wakil organisasi," tulisnya.

Kemudian, dalam klarifikasi tersebut juga mengatakan bahwa HIMATETA UNSRI akan dibekukan selama 1 tahun ke depan.

"Sementara ini, HIMATETA akan dibekukan selama 1 tahun ke depan. Pihak UNSRI akan melakukan investasi lebih lanjut terhadap pelaku perundungan," tulis akun tersebut.

Tidak lama setelah klarifikasi tersebut di posting, video klarifikasi HIMATETA juga muncul di media sosial.

Dalam video tersebut terdapat Ketua dan para anggota HIMATETA. Ketua Umum HIMATETA UNSRI, Ivandi Caesario Amar, mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 20 September 2025 pukul 15.00 WIB.

Dalam video tersebut, ia mengatakan bahwa awalnya mereka melakukan gotong royong untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih.

Namun, salah satu anggota mendapatkan ide untuk melakukan perpeloncoan terhadap mahasiswa baru.

"Kami mungkin tidak berpikir panjang mengenai hal tersebut dan kami ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena keteledoran dari pihak kami," katanya.

Lanjutnya, ia bilang mereka akan menerima konsekuensi dan sanksi yang dilimpahkan kepada mereka.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian UNSRI, Mirza Antoni, mengatakan bahwa ia sangat menyesali perbuatan tersebut.

"Saya sangat menyesali kejadian yang notabenenya ingin seru-seruan tapi tidak berpikir panjang dampak selanjutnya," kata dia.

Lalu lanjutnya, pihak fakultas akan memberikan sanksi secara tegas kepada HIMATETA.

"Kami akan bekukan HIMATETA dalam 1 tahun ke depan dan meninjau ulang seluruh aktivitas yang dilakukan organisasi ini. Jika aktifitas tidak positif selama ini maka kami tidak akan merekomendasikan HIMATETA untuk diadakan lagi di kampus," ujarnya.

Kemudian untuk sanksi etika yang terlibat dalam kasus ini, beliau mengatakan mereka akan diberikan surat peringatan.

"Dan apabila ada kegiatan lain dari HIMATETA, kami tidak akan segan-segan untuk memberikan skorsing kepada kalian," pungkasnya.