Viral Jenazah Bayi di Palembang Ditolak Keluarga, Polisi Bantu Pemakaman
·waktu baca 2 menit

Video yang memperlihatkan anggota kepolisian membantu proses pemakaman jenazah bayi di TPU Kamboja, Palembang, menjadi viral di media sosial setelah beredar luas Minggu (21/9/2025).
Kasus ini bermula ketika keluarga penjemput jenazah menolak menerima jenazah sehingga orang tua bayi yakni Joko dan Novi harus membawa bayi tersebut berkeliling sebelum akhirnya mendapat bantuan kepolisian.
Bayi berinisial N, usia 20 hari, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (20/9/2025) pukul 11.06 WIB di RSUD Palembang BARI setelah mendapatkan perawatan intensif karena gangguan pernapasan.
Menurut pihak rumah sakit, jenazah diantar ke rumah keluarga menggunakan ambulans rumah sakit secara gratis, tetapi karena akses jalan menuju rumah tertutup portal, jenazah hanya diturunkan di depan lorong atas permintaan keluarga.
Adea Triutami, Katim Humas Pemasaran RSUD BARI, menjelaskan bahwa semua prosedur medis dan pengantaran jenazah telah dilakukan sesuai permintaan keluarga.
“Proses sudah sesuai prosedur medis dan pengantaran jenazah dilakukan sesuai permintaan keluarga,” kata Adea dari press rilis yang diterima Urban Id, Senin (22/9/2025).
Namun sesampainya di lokasi, jenazah ditolak oleh kerabat, sehingga orang tua bayi—Joko Prastiyawan (40) dan Novi Yanti (29)—kebingungan dan membawa jenazah sambil berkeliling hingga kawasan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin. Peristiwa itu kemudian diketahui seorang anggota Polsek Kertapati, Aipda Alimin, yang menghubungi SPKT Polda Sumsel untuk meminta bantuan.
Kepala Siaga SPKT AKP Sutioso bersama tim menjemput pasangan tersebut dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Atas dasar kemanusiaan, kepolisian kemudian membantu proses pemakaman bayi di TPU Kamboja, termasuk menyiapkan liang lahat. Beberapa personel ditugaskan menggali makam, sementara anggota lainnya mendampingi ibu bayi yang masih terpukul.
“Atas dasar kemanusiaan, kepolisian membantu proses pemakaman bayi ini hingga selesai,” ujar AKP Sutioso.
Joko, ayah bayi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada aparat yang membantu proses pemakaman.
“Alhamdulillah setelah dimakamkan, hati saya lebih tenang. Sebelumnya saya sangat terpukul,” ujarnya.
