Viral Video Penemuan Nisan Kuno di Palembang

Konten Media Partner
15 Januari 2022 20:18
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Viral Video Penemuan Nisan Kuno di Palembang  (333929)
zoom-in-whitePerbesar
Screenshot video dugaan penemuan nisan kuno di Palembang.
Sebuah video diduga penemuan nisan kuno di Palembang viral di grup Whatsapp, pada video tampak ditemukan ada enam nisan kuno dengan tulisan Arab Melayu. Lokasi penemuan di Jalan Tengkuruk Permai dekat Pasar 16 Ilir, Palembang.
ADVERTISEMENT
Nisan itu ditulis dengan tulisan Arab Melayu ini bertuliskan Faqod Intiqolad Illa Rohmatullahil Abror Nyiaji Nadirah Binti Kiyai Abdul Aziz Falembani yang jika diartikan telah berpulang ke Rahmatullah Nyiaji Nadiroh Anak Kiyai Abdul Aziz orang Palembang.
Nisan kuno ini pertama kali ditemukan oleh sejumlah pekerja kontraktor pembangunan jaringan drainase di kawasan lokasi tersebut. Namun diduga penemuan tersebut tidak langsung diberitahukan kepada Pemkot Palembang atau Balai Arkeologi (Balar) Sumsel.
Sejumlah pihak terkait, mulai dari Dinas Kebudayaan di Sumsel sampai Kota Palembang turun setelah mengetahui kabar penemuan ini, untuk melakukan kroscek dengan mendatangi Kantor Lurah 15 Ilir.
Setelahnya tim juga mendatangi Kantor Cabang PT Waskita Karya yang menjadi penanggung jawab galian tersebut. Tim juga bersurat kepada Proyek Manager perusahaan tersebut dengan nomor surat 430/23/Disbud/2022, perihal informasi terkait penemuan diduga batu nisan kuno.
ADVERTISEMENT
Kepala Balai Arkeologi Sumsel, Wahyu Rizky Andifani, menjelaskan kalau pihaknya telah mengirimkan arkeolog dari Balar Sumsel yaitu Sigit Eko Prasetyo untuk melihat lokasi penemuan nisan.
Pihaknya saat ini masih dilakukan rapat dengan Dinas Kebudayaan Palembang. "Saya masih menunggu juga hasil rapatnya seperti apa," katanya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menurutnya, ada atau tidak adanya nisan tersebut pihak PT Waskita Karya masih bungkam. Bahkan, saat ditanya siapa penemu nisan tersebut kontraktor meminta menghubungi humas terlebih dahulu.
Selain itu, video yang diupload di media sosial pun kini telah dihapus. Meski demikian, pihaknya telah mendapatkan gambarnya dan akan melaporkannya ke BPCB Jambi agar bisa ditindaklanjuti. "Kami masih menunggu dulu dari (Pemerintah) kota untuk tindak lanjut,” terangnya.
Wahyu mengingatkan, siapapun dalam membangun seharusnya lebih berhati-hati. Apalagi, kawasan sekitar lokasi penemuan nisan itu merupakan kawasan situs bersejarah di Palembang. Wahyu juga menyayangkan pihak perusahaan tidak melibatkan Balai Arkeologi atau pihak berwenang sebelum memulai pengerjaan.
ADVERTISEMENT
"Harusnya pihak kontraktor terlebih dahulu harus mengetahui bahwa lokasi tersebut merupakan kawasan situs tempat Istana Kesultanan Palembang yang kedua dan ketiga. Jadi harus hati-hati kalau membangun disana," katanya.
Sementara itu, Sultan Palembang Darussalam SMB IV Jaya Wikrama, RM Fauwaz Diradja, menduga kontraktor takut kalau penemuan nisan yang menjadi situs budaya ini diketahui oleh masyarakat luas. Sebab, bisa berpengaruh jalannya proyek.
"Kalau itu heritage mungkin dengan besar hati yang menguasai lahan pada saat itu harus mengembalikan kepada pemerintah, untuk dijadikan tempat cagar budaya dan tempat mengenang siapa yang ada disana. Pihak kontraktor dapat memberi tahu dimana lokasi penemuan tersebut sehingga dapat diserahkan ke museum agar dapat diteliti,” katanya.
SMB IV menduga nisan kuno tersebut berasal antara abad 16-17. Dia mengingatkan semua pihak jika menemukan benda bersejarah sebaiknya diberi laporan kepada pemerintah atau dipublikasikan dan libatkan juga Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata untuk kepentingan bersama. "Walaupun setitik tapi akan memberikan jejak keterangan ini dari mana,” katanya. (aab)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020