Kumparan Logo
Konten Media Partner

Warga Palembang yang Terpapar ISPA Akibat Kabut Asap, Kini 9 Ribu Kasus

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa SD di Palembang saat beraktivitas di luar ruangan menggunakan masker, Foto : Ary Priyanto/Urban id
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SD di Palembang saat beraktivitas di luar ruangan menggunakan masker, Foto : Ary Priyanto/Urban id

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palembang kembali bertambah dan naik hingga dua kali lipat dari pekan pertama September 2023 yang mencapai 9 ribu orang.

"Dari catatan kami per 20 September 2023, angka ISPA naik signifikan menjadi 9.948 dari pekan pertama September hanya berjumlah 4.375," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Yudhi Setiawan, Jumat (22/9/2023).

Yudhi menyebutkan kasus ISPA yang melonjak cukup tinggi sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak-anak, terutama pada balita dan anak di bawah satu tahun.

"Mayoritas ISPA menyerang anak usia satu sampai lima tahun. Usia di bawah lima tahun dengan gejala batuk, kesulitan bernapas, dan demam. Kondisi ini bisa memicu pneumonia yang menyerang bayi dan balita," kata dia.

Yudhi mengkwatirkan jika kualitas udara buruk berkepanjangan akan membuat para penderita ISPA terkena pneumonia dan itu sering terjadi pada kelompok usia balita.

"Apalagi 23 persen terjadi kematian pada kelompok usia balita jika sudah menyerang pernapasan," kata dia.

Untuk itu, Dinkes Palembang sedang berkoordinasi bersama Pemkot dan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memundurkan jam masuk sekolah, mengingat kualitas udara pagi sudah tidak sehat.

"Karena asap ini pagi hari sangat tebal. Kami juga mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," jelas dia.