Kumparan Logo
Konten Media Partner

Zulhas: Koperasi Desa Merah Putih Bisa Jadi Agen Pupuk dan Elpiji

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat mengunjungi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Sidodadi, Senin (16/6/2025). Foto : Abdullah Toriq/Urban.Id
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat mengunjungi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Sidodadi, Senin (16/6/2025). Foto : Abdullah Toriq/Urban.Id

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan Koperasi Desa Merah Putih tidak perlu lagi mengurus izin tambahan untuk menjalankan berbagai unit usaha seperti agen pupuk, Elpiji, maupun gerai sembako.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat mengunjungi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Sidodadi, Senin (16/6/2025). Ia meminta semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan BUMN, untuk tidak mempersulit proses penyaluran barang kepada koperasi.

“Saya minta semua, baik pemda maupun BUMN, beri kemudahan, jangan malah mempersulit. Produk dari pupuk, Elpiji Patra Niaga, ID Food, dan lainnya bisa langsung disuplai ke Koperasi Merah Putih sebagai pangkalan atau grosir,” ujarnya.

Zulhas menekankan koperasi ini telah berbadan hukum, sehingga tidak membutuhkan izin tambahan untuk menjadi distributor atau agen.

“Tak perlu izin baru lagi, cukup satu izin koperasi dari Kemenkumham. Kalau izinnya sudah lengkap, langsung saja suplai barangnya. Tidak usah dipersulit,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati hingga wali kota, dalam memperkuat peran koperasi.

“Koperasi ini tidak sedang mengemis. Mereka sudah siap dan mampu, tinggal urusannya dipermudah. Kalau mereka diberi barang—minyak goreng, Elpiji, pupuk—saya pastikan mereka bisa bayar,” tambahnya.

Zulhas mengungkapkan, koperasi ini akan mendapat plafon pinjaman modal usaha hingga Rp3 miliar. Namun, pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan unit usaha di wilayah masing-masing.

“Kalau mereka butuh Rp50 juta untuk minyak goreng dan Rp50 juta untuk Elpiji, ya cukup itu saja. Modalnya fleksibel, tergantung kebutuhan wilayah,” jelasnya.

Zulhas memastikan pembiayaan koperasi ini tidak berasal dari APBN atau APBD, kecuali untuk pengurusan legalitas dan administrasi koperasi melalui notaris.

Targetnya, dalam waktu tiga tahun koperasi ini bisa tumbuh kuat dan mandiri. Ia berharap ke depannya koperasi juga mampu mengembangkan potensi lokal.

“Nanti bisa merambah ke sektor pertanian dan peternakan, seperti budidaya jamur, lele, ayam petelur, jagung, hingga sayuran. Semua tergantung potensi daerah masing-masing,” pungkas Zulhas optimistis.