Konten dari Pengguna

Cerita Mahasiswa FKIP UML, Saat Jalani KKN Internasional di Malaysia

U

User Dinonaktifkan

Call Center Tokocrypto di nomor 0822843388 atau Whatsapp 08977777764

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari User Dinonaktifkan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa UML laksankan KKN internasional di malaysia - Foto Dokumentasi Humas UML
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa UML laksankan KKN internasional di malaysia - Foto Dokumentasi Humas UML

UML.AC.ID - Setelah berjalan sepekan pada Minggu, (29/07/2023) Rektor UML Dr. Mardiana, M.Pd.I. melalui LPPM UML Univeristas Muhammadiyah Lampung (LPPM UML) baru saja melaksanakan pengantaran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke daerah prim kampong pandan di Malaysia.

KKN Internasional tersebut merupakan upaya penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi (PT) UML tentang Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus, yang diluncurkan ole Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia (RI).

Selama berada disana salah satu anggota KKN, Garda Brendaru Berlin bercerita bahwa ia mengaku senang dengan aktifitas KKN. Disana ia berkesempatan mengenal Budaya Melayu Malaysia dengan beriteraksi secara langsung dengan masyarakat.

“Kami satu kelompok sangat senang bisa ikut terlibat dalam KKN Internasional ini karena berhadapan dengan masyarakat berbeda budaya. Banyak sekali ilmu yang bisa kami ambil dari setiap aktifitas yang dilakukan seperti gotong royong, kajian, diskusi, dan lain-lain”, papar Garda.

Melalui dosen pembimbing Gali Al Rajafi mahasiswa KKN memberikan pengajaran kepada masyarakat tentang bagaimana Publik Speaking, Tahsin, Manajemen Masjid, Pelatihan Imam, Pelatihan Doa, Khotib bagi mahasiswa Laki-Laki, dan Pelatihan Sholat Jenazah.

Ilmu dan kajian ini tentunya didapat dari pembekalan yang dilakukan sebelum melakukan KKN. Sedikit culture shock yang mahasiswa hadapi yaitu, daerah di Malaysia lebih panas dibandingkan dengan Lampung, hal ini membuatnya harus mampu menyesuaikan diri untuk menjaga imun tubuh sehingga imun terjaga.

Sama – sama berada dalam rumpun melayu tidak banyak perbedaan antara Indonesia dan Malaysia. Mulai dari makanan, bahasa, pakaian, suku, dan ras satu sama lain masih lazim dan mudah dipahami oleh pendudukan baru dalam melakukan interakasi, sehingga diharapkan KKN Internasional UML dapat berdampak pada masyarakat Malaysia. (Bastian/HumasUML/08117811414)