Konten dari Pengguna

Ekonomi Internasional: Kenapa Negara Tidak Bisa Jalan Sendiri?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Firza Ardhia Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi negara yang saling melengkapi kebutuhan sumber daya alam, teknologi, dan tenaga kerja melalui perdagangan internasional. Sumber : Generate By AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi negara yang saling melengkapi kebutuhan sumber daya alam, teknologi, dan tenaga kerja melalui perdagangan internasional. Sumber : Generate By AI

Coba lihat sepiring mie goreng di meja makan. Mienya dari tepung terigu, minyaknya dari kelapa sawit, dan bumbunya dari campuran rempah. Kelihatannya sederhana, tapi bahan-bahan itu punya asal-usul yang berbeda. Gandum bahan terigu tidak mudah ditanam di iklim tropis, sehingga sebagian besarnya didatangkan dari negara lain. Sebaliknya, minyak sawit dari Indonesia dikirim ke banyak negara.

Tidak ada satu pun negara yang bisa memenuhi semua kebutuhannya sendiri.

Di sinilah ekonomi internasional berperan. Ekonomi internasional membahas hubungan ekonomi antarnegara, terutama perdagangan barang dan jasa. Ketika sebuah negara menjual barang ke negara lain, itu disebut ekspor. Ketika membeli dari negara lain, itu disebut impor. Dua kegiatan ini terjadi terus-menerus dan melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, pelaku usaha, sampai konsumen.

Kenapa tidak membuat semuanya sendiri saja? Karena tiap negara punya kelebihan yang berbeda. Ada negara yang kaya sumber daya alam tapi teknologinya terbatas. Ada yang unggul di teknologi tapi lahannya sempit. Ada yang punya banyak tenaga kerja tapi kekurangan modal. Perbedaan inilah yang membuat negara saling membutuhkan.

Memaksakan semuanya dibuat sendiri justru tidak efisien. Sebuah negara lebih untung kalau fokus pada barang yang paling mampu dihasilkannya, misalnya karena bahan bakunya melimpah atau biaya produksinya lebih murah. Sisanya bisa diperoleh lewat perdagangan dengan negara lain. Dengan begitu, sumber daya dipakai lebih efektif dan kebutuhan tiap negara tetap terpenuhi.

Manfaatnya terasa di banyak sisi. Bagi pelaku usaha, pasar menjadi lebih luas karena produk tidak hanya dijual di dalam negeri. Bagi konsumen, pilihan barang jadi lebih beragam. Bagi negara, perdagangan membuka peluang mendapatkan teknologi, bahan baku, dan peralatan yang belum tersedia di dalam negeri.

Meski begitu, hubungan ini punya tantangan. Karena saling terhubung, perubahan kondisi ekonomi di satu negara bisa berpengaruh ke negara lain. Itu sebabnya perusahaan yang berdagang lintas negara perlu perencanaan yang matang agar kegiatan usahanya tetap berjalan baik.

Jadi ekonomi internasional bukan sekadar materi di buku kuliah. Ia menjelaskan kenapa negara perlu bekerja sama, kenapa bahan dari berbagai negara bisa bertemu di satu piring makanan, dan kenapa tidak ada negara yang benar-benar bisa jalan sendiri.