Stimulasi Kreativitas Anak melalui Kegiatan Seni Hias Celengan di Desa Sukamaju

mahasiswa aktif S1 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Heti Marwah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kreativitas merupakan salah satu komponen krusial dalam pertumbuhan anak pada usia dini. Pada periode ini, anak tengah mengalami masa emas (golden age), di mana pemberian rangsangan yang tepat akan memberikan dampak yang besar terhadap kemajuan kognitif, motorik, sosial-emosional, maupun pembentukan karakter. Meskipun demikian, penguatan kreativitas kerap kali hanya dimaknai sebagai aktivitas menggambar atau mewarnai, tanpa adanya penghubungan dengan pembentukan watak dan keterampilan hidup.
Berdasarkan permasalahan tersebut, program tabungan dini yang bervarietasikan kegiatan seni hias celengan diselenggarakan di Desa Sukamaju kecamatan sungai rotan sebagai strategi untuk memadukan pendidikan karakter finansial dengan peningkatan kreativitas anak. Program ini tidak sekadar mengenalkan kebiasaan menabung kepada anak, melainkan juga membuka ruang eksplorasi artistik melalui aktivitas menghias celengan berdasarkan daya imajinasi mereka.
Mengapa Kreativitas Perlu Diberikan Perhatian sejak Awal?
Berdasarkan teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget, anak usia dini berada dalam tahap praoperasional, di mana simbol, khayalan, serta representasivisual memiliki peranan yang sangat dominan. Kegiatan seni seperti menghias celengan memberikan kesempatan kepada anak untuk menuangkan ide mereka dalam bentuk nyata.
Di sisi lain, pandangan sosiokultural dari Lev Vygotsky menekankan bahwa interaksi sosial serta scaffolding memiliki peranan penting dalam perkembangan anak. Dalam program ini, bimbingan dari orang dewasa dan kerja sama antar anak menjadi media esensial dalam memperkaya pengalaman pembelajaran.
Dengan demikian, kegiatan seni bukan hanya persoalan estetika, melainkan juga metode pedagogis untuk mengasah berpikir divergen, pemecahan masalah, serta keyakinan diri.
Kerangka Program: Perpaduan Seni dan Literasi Finansial
Program ini dikembangkan melalui beberapa tahap yang terstruktur:
1. Penyampaian Konsep Menabung
Anak-anak diperkenalkan mengenai hakikat uang, fungsi menabung, serta keunggulannya dengan bahasa yang mudah dipahami serta contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
2. Penyerahan Media Celengan
Setiap anak menerima celengan kosong yang terbuat dari tanah liat atau plastik yang telah didaur ulang.
3. Aktivitas Seni Hias
Anak-anak mendekorasi celengan menggunakan cat air, Clay, stiker, serta material dekoratif yang beragam. Mereka memiliki kebebasan dalam memilih warna dan motif hiasan.
4. Refleksi dan Pemaparan
Anak-anak diminta untuk mempresentasikan hasil karya mereka serta menjelaskan maksud di balik tabungan yang mereka lakukan.
5. Pelaksanaan Menabung Secara Berkala
Celengan yang telah dihiasi dibawa pulang untuk digunakan secara terus-menerus.
Pendekatan ini memadukan dua aspek fundamental: ekspresi kreatif seni serta pembentukan kebiasaan finansial yang positif.
Pengaruh terhadap Pertumbuhan Anak:
Hasil pemantauan selama penerapan program menunjukkan berbagai perkembangan yang berarti:
- Kemampuan motorik halus berkembang melalui kegiatan mewarna dan menempel.
- Daya imajinasi meningkat melalui eksplorasi warna dan bentuk.
- Rasa percaya diri terbentuk ketika anak memamerkan hasil karya mereka.
- Sikap tanggung jawab terbangun melalui kesungguhan menabung.
- Pemahaman ekonomi sederhana mulai ditanamkan sejak dini.
Selain itu, partisipasi orang tua dalam mengawasi kegiatan menabung di rumah semakin mempererat kerja sama pendidikan antara keluarga dan masyarakat desa.
Relevansi Sosial di Desa Sukamaju
Di Desa Sukamaju, kegiatan ini hadir sebagai inovasi sederhana namun memberikan dampak yang luas. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang mengasyikkan, tetapi juga mulai memahami prinsip pengelolaan uang secara langsung. Dalam konteks pedesaan, di mana literasi finansial keluarga masih relatif rendah, metode yang bervarietasikan seni tampak lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan ceramah.
Program ini juga mendorong partisipasi masyarakat, seperti anggota PKK yang berkontribusi menyediakan material dekoratif, serta perangkat desa yang memfasilitasi sarana kegiatan.
Pemikiran: Pendidikan yang Komprehensif
Penguatan kreativitas tidak dapat dipisahkan dari pembentukan karakter. Pendidikan anak usia dini seyogianya bersifat holistik—mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara menyeluruh. Program tabungan dini berbasis seni hias celengan menjadi contoh nyata bagaimana aktivitas yang sederhana dapat memuat nilai-nilai educatif yang kompleks.
Ke depan, model ini dapat diterapkan di desa-desa lain dengan penyesuaian terhadap kondisi lokal masing-masing. Pendidikan yang bermakna bukanlah pendidikan yang mahal, melainkan pendidikan yang relevan, kontekstual, dan mampu membentuk kebiasaan positif sejak usia dini.
Melalui langkah sederhana seperti menghias celengan, anak-anak Desa Sukamaju tengah mempelajari tentang kreativitas, tanggung jawab, serta masa depan mereka sendiri.
