Belajar Bersama Masyarakat: Mahasiswa UM Poles Potensi Atlet PB Platinum Malang

Students at the State University of Malang. Sports coaching education study program.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Gusti Syecha Rafael tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Namun, pelajaran yang paling nyata adalah di lingkungan masyarakat. Bagi kami, pengalaman tersebut datang melalui program Cakra Widya yang memungkinkan mahasiswa Universitas Negeri Malang belajar di luar kelas, mendapatkan pengalaman nyata, dan memberi dampak bagi masyarakat. Salah satunya yaitu Belajar Bersama Masyarakat (UM-BBM), yang dirancang untuk memperkuat kompetensi akademik, profesional, dan sosial mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual di tengah masyarakat yang dilaksanakan di PB Platinum Malang.
Kegiatan ini menjadi tugas bagi mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang untuk belajar dan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada dunia olahraga. Bersama pelatih dan atlet PB Platinum Malang, kami berupaya memahami bagaimana proses pembinaan atlet dapat didukung melalui pendekatan yang lebih terukur, salah satunya yaitu dengan melakukan evaluasi kondisi fisik secara berkala.
Di dunia olahraga, latihan yang dilakukan setiap hari tentu menjadi faktor utama dalam meningkatkan kemampuan atlet. Namun, latihan yang baik juga perlu didampingi evaluasi. Tanpa adanya pengukuran yang jelas, perkembangan atlet akan sulit diketahui secara objektif. Oleh karena itu, selama pelaksanaan BBM, kami melakukan dua kali tahap tes, yaitu di awal dan akhir pertemuan, pada tanggal 1 Juli 2026 dan 23 Juli 2026. Pengukuran tersebut meliputi berbagai komponen penting dalam bulutangkis, seperti daya tahan aerobik (Bleep Test), kelincahan (Spider Test), power otot tungkai (Standing Board Jump), daya tahan otot lengan (Push Up), daya tahan otot perut (Sit Up), hingga fleksibilitas tubuh (Sit and Reach Test).
Awalnya, kegiatan ini mungkin terlihat seperti proses pengambilan data biasa. Namun, setelah seluruh hasil pengukuran dianalisis, kami menyadari bahwa setiap angka memiliki cerita. Data tersebut menunjukkan bagaimana proses latihan yang dijalani oleh atlet, yang berdampak pada perkembangan kemampuan fisik tubuh mereka.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar atlet mengalami peningkatan pada beberapa komponen penting. Power otot tungkai mengalami peningkatan dengan rata-rata 4,8 cm, sedangkan daya tahan otot lengan meningkat rata-rata 8,7 repetisi. Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa program latihan yang telah diterapkan selama ini mampu memberikan perkembangan positif bagi sebagian besar atlet.
Namun, analisis juga memunculkan temuan yang tidak kalah penting. Seluruh atlet masih memiliki tingkat kelentukan yang rendah. Temuan ini menjadi pengingat bahwa pembinaan atlet bukan hanya berfokus pada kekuatan dan daya tahan, tetapi juga perlu memperhatikan fleksibilitas tubuh. Kelentukan yang baik dapat membantu atlet bergerak lebih efisien sekaligus mengurangi risiko cedera pada saat latihan ataupun pertandingan. Karena itu, hasil evaluasi ini menjadi masukan berharga bagi pelatih untuk menyusun program latihan berikutnya.
Bagi kami sebagai mahasiswa, pengalaman ini memberikan pelajaran yang tidak bisa diperoleh hanya melalui teori di dalam kelas. Kami juga belajar bagaimana cara melakukan pengukuran kondisi fisik, mengolah hasil pengukuran, berdiskusi dengan pelatih, hingga menyusun rekomendasi berdasarkan data yang diperoleh, dan semuanya dilaksanakan secara nyata dan langsung.
Dari proses tersebut, kami memahami bahwa seorang pelatih tidak hanya dituntut mampu menyusun program latihan, tetapi juga harus mampu mengetahui kebutuhan atlet melalui data yang dimiliki.
Di sisi lain, PB Platinum Malang juga memperoleh manfaat dari hasil analisis yang dilakukan. Data perkembangan atlet dapat menjadi acuan dalam menentukan program latihan pada periode berikutnya sehingga proses pembinaan menjadi lebih terarah. Dengan adanya evaluasi yang dilakukan secara berkala, keputusan yang diambil pelatih tidak hanya berdasarkan pengamatan, tetapi juga didukung oleh informasi yang objektif.
Melalui kegiatan ini, kami menyadari bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan klub olahraga memiliki peran penting dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih baik. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi di lapangan, sementara klub memperoleh dukungan dalam bentuk evaluasi dan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
Pada akhirnya, mengembangkan potensi atlet bukanlah tugas satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama, keterbukaan, dan semangat untuk terus belajar dari setiap proses yang dijalani. Program Belajar Bersama Masyarakat (UM-BBM) menjadi bukti bahwa ketika kampus dan olahraga berjalan bersama, bukan hanya ilmu yang berkembang, tetapi juga harapan untuk melahirkan atlet-atlet yang lebih siap menghadapi tantangan dan meraih prestasi di masa depan.
Tim Kegiatan BBM UM & Mitra:
Dosen Pembimbing Lapangan:
Muhammad Atiq Noviudin Pritama, M.Pd.
Tim Mahasiswa:
Ahmad Imam Bayhaqy S.
Andini Meisya Prameswari.
Dhea Putri Ananta.
Diyanatul Isyobach Zaskia.
Gusti Syecha Rafael.
Kevin Attirmidzi Habibi A.
M. Rizky Setio Hadi.
Rahmad Novan Hariyadi.
Yossa Ananda Wahyu O.R.
Zova Dica Putra Pranata.
Pelatih PB Platinum:
Andre Wijaya.
Angga Indra Kusuma.
