Eskalasi Konflik Antara Iran-Israel dan Implikasinya

Azzahra Arifiana
Mahasiswi dalam program studi Hubungan Internasional angkatan 21 Universitas Udayana.
Konten dari Pengguna
24 April 2024 9:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Azzahra Arifiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Konflik berkepanjangan antara Iran dan Israel menjadi titik fokus ketegangan di Timur Tengah selama beberapa dekade lamanya, ditandai dengan konfrontasi politik, militer, dan ideologi. Peristiwa baru-baru ini sekali lagi membawa konflik ini ke permukaan, dengan kedua negara terlibat dalam tindakan agresif yang menimbulkan kekhawatiran mengenai eskalasi lebih lanjut dan stabilitas regional.
Ilustrasi Bendera Israel. Foto: (Freepik.com)
Latar belakang sejarah
ADVERTISEMENT
Akar konflik Iran-Israel dapat ditelusuri kembali ke Revolusi Iran tahun 1979, yang berujung pada berdirinya Republik Islam di Iran. Sejak itu, kepemimpinan Iran secara konsisten menyatakan retorika anti-Israel, mendukung kelompok militan seperti Hamas dan Hizbullah yang melakukan serangan terhadap Israel. Sebaliknya, Israel memandang Iran sebagai ancaman yang signifikan karena ambisi nuklirnya dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok yang berdedikasi terhadap kehancuran Israel.
Eskalasi Terkini
Eskalasi terbaru terjadi pada tanggal 20 April 2024, ketika Iran meluncurkan rentetan rudal dan drone terhadap Israel, yang memicu respons militer cepat dari Israel di provinsi Isfahan. Saling bermusuhan ini menggarisbawahi sifat konflik yang bergejolak dan potensi kekerasan lebih lanjut.
Masalah kunci
Inti dari konflik Iran-Israel adalah program nuklir Iran dan dukungannya terhadap kelompok proksi yang beroperasi melawan Israel. Israel melihat ambisi nuklir Iran sebagai ancaman langsung terhadap keamanannya dan telah berulang kali menyerukan tindakan internasional untuk mengekang kemampuan nuklir Iran. Selain itu, dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok seperti Hamas dan Hizbullah telah memicu ketegangan di kawasan dan berkontribusi pada siklus kekerasan.
ADVERTISEMENT
Implikasi di Masa Depan
Konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel mempunyai implikasi signifikan terhadap stabilitas regional dan keamanan global. Ketika kedua negara terus melakukan tindakan provokatif, risiko konflik yang lebih luas semakin besar. Upaya internasional untuk meredakan ketegangan dan mengatasi akar penyebab konflik sangat penting untuk mencegah kekerasan lebih lanjut dan mendorong perdamaian di kawasan.
Kesimpulannya, konflik Iran-Israel masih merupakan masalah yang kompleks dan mudah berubah sehingga memerlukan diplomasi yang cermat dan kerja sama internasional untuk menyelesaikannya. Peningkatan yang terjadi baru-baru ini menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi dalam menemukan solusi jangka panjang terhadap konflik yang sudah berlangsung lama ini.