Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Dampak Perang terhadap Kesehatan Mental Anak-anak di Gaza
27 Februari 2025 22:16 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari DANIEL GAGARIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak-anak Gaza dan Luka Batin Akibat Perang
ADVERTISEMENT
Setiap malam, Ameer (8 tahun) sulit tidur. Suara bom masih terngiang di telinganya. Kadang, ia terbangun sambil berteriak. Ia kehilangan ayahnya dalam serangan terakhir. Sekarang, ia lebih sering diam dan menjauh dari teman-temannya. Seperti Ameer, ribuan anak-anak di Gaza mengalami trauma berat akibat perang yang tak kunjung usai.
ADVERTISEMENT
Hidup dalam Ketakutan dan Ketidakpastian
Perang telah menciptakan kehidupan yang penuh ketakutan bagi anak-anak Gaza. Mereka sering melihat atau mengalami kekerasan, kehilangan anggota keluarga, serta hidup dalam kondisi yang serba terbatas. Blokade yang berlaku sejak 2007 membuat mereka sulit mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Semua ini berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.
Anak-anak di Gaza menghadapi berbagai gangguan psikologis akibat trauma perang, antara lain:
ADVERTISEMENT
Bagaimana Anak-anak Bertahan?
Meski menghadapi situasi yang sulit, banyak anak di Gaza memiliki cara untuk bertahan dan tetap berjuang. Beberapa hal yang membantu mereka mengatasi trauma adalah:
Apa yang Bisa Dilakukan?
Agar anak-anak Gaza bisa bangkit dari trauma, diperlukan upaya nyata dari berbagai pihak, seperti:
ADVERTISEMENT
Kesimpulan
Anak-anak di Gaza adalah korban perang yang tak bersalah. Mereka butuh lebih dari sekadar bantuan makanan dan tempat tinggal—mereka butuh harapan. Dengan dukungan yang tepat, mereka masih bisa memiliki masa depan yang lebih baik. Dunia perlu bergerak untuk melindungi mereka, agar tidak ada lagi anak yang tumbuh dalam ketakutan dan kehilangan.
Sumber
ADVERTISEMENT