Konten dari Pengguna

Dampak Perang terhadap Kesehatan Mental Anak-anak di Gaza

DANIEL GAGARIN
Pensiunan PNS dengan 30 tahun pengabdian di Sulawesi Tengah, berkontribusi di bidang Lingkungan Hidup, Pertanian, dan Perencanaan. Pensiun sejak 2021, tetap aktif mengeksplorasi isu lingkungan, teknologi, dan kesehatan mental. Dedikasi tanpa batas.
27 Februari 2025 22:16 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari DANIEL GAGARIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi anak-anak di Gaza yang terdampak konflik. (Sumber: Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak-anak di Gaza yang terdampak konflik. (Sumber: Freepik)

Anak-anak Gaza dan Luka Batin Akibat Perang

ADVERTISEMENT
Setiap malam, Ameer (8 tahun) sulit tidur. Suara bom masih terngiang di telinganya. Kadang, ia terbangun sambil berteriak. Ia kehilangan ayahnya dalam serangan terakhir. Sekarang, ia lebih sering diam dan menjauh dari teman-temannya. Seperti Ameer, ribuan anak-anak di Gaza mengalami trauma berat akibat perang yang tak kunjung usai.
ADVERTISEMENT

Hidup dalam Ketakutan dan Ketidakpastian

Perang telah menciptakan kehidupan yang penuh ketakutan bagi anak-anak Gaza. Mereka sering melihat atau mengalami kekerasan, kehilangan anggota keluarga, serta hidup dalam kondisi yang serba terbatas. Blokade yang berlaku sejak 2007 membuat mereka sulit mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Semua ini berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.
Anak-anak di Gaza menghadapi berbagai gangguan psikologis akibat trauma perang, antara lain:
ADVERTISEMENT

Bagaimana Anak-anak Bertahan?

Meski menghadapi situasi yang sulit, banyak anak di Gaza memiliki cara untuk bertahan dan tetap berjuang. Beberapa hal yang membantu mereka mengatasi trauma adalah:

Apa yang Bisa Dilakukan?

Agar anak-anak Gaza bisa bangkit dari trauma, diperlukan upaya nyata dari berbagai pihak, seperti:
ADVERTISEMENT

Kesimpulan

Anak-anak di Gaza adalah korban perang yang tak bersalah. Mereka butuh lebih dari sekadar bantuan makanan dan tempat tinggal—mereka butuh harapan. Dengan dukungan yang tepat, mereka masih bisa memiliki masa depan yang lebih baik. Dunia perlu bergerak untuk melindungi mereka, agar tidak ada lagi anak yang tumbuh dalam ketakutan dan kehilangan.

Sumber

ADVERTISEMENT