news-card-video
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Lima Menit untuk Mengubah Hari: Strategi Sederhana Menuju Produktivitas

DANIEL GAGARIN
Pensiunan PNS dengan 30 tahun pengabdian di Sulawesi Tengah, berpengalaman di Lingkungan Hidup, Pertanian, dan Perencanaan. Pensiun sejak 2021, tetap aktif mengeksplorasi isu lingkungan, teknologi, dan kesehatan mental. Dedikasi tanpa batas.
26 Maret 2025 9:08 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari DANIEL GAGARIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi: Meja Kerja yang Bersih. Foto oleh Marissa Grootes di Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Meja Kerja yang Bersih. Foto oleh Marissa Grootes di Unsplash.
ADVERTISEMENT
Pernahkah Anda merasa hari berjalan di luar kendali? Bayangkan seorang individu yang terbangun di pagi hari, mendapati tempat tidur berantakan, dan membatin, "Nanti saja." Di dapur, cangkir teh meninggalkan noda di meja, namun keputusan yang muncul adalah, "Besok masih ada waktu." Ponsel bergetar dengan pesan masuk, tetapi dipilih untuk diabaikan—"Nanti." Tanpa disadari, rentetan hal kecil tersebut menumpuk, membuat hari terasa membebani sejak awal.
ADVERTISEMENT
Fenomena ini umum terjadi. Piring kotor menumpuk di wastafel berhari-hari, membuat setiap langkah ke dapur terasa mencekam. Namun, suatu ketika, seseorang memutuskan mengubah kebiasaan: usai makan, piring langsung dicuci—kurang dari tiga menit, selesai. Rasa lega mengalir seketika. Keesokan harinya, tempat tidur dirapikan—dua menit, tuntas. Meja dapur dibersihkan dari bekas teh—tiga puluh detik, bersih. Pesan singkat segera dibalas—satu menit, terkirim. Hari pun terasa lebih teratur dan terkendali.

Prinsip Sederhana dengan Dampak Besar

Intinya sederhana: jika suatu tugas dapat diselesaikan dalam waktu lima menit atau kurang, lakukan segera—jangan ditunda. Prinsip ini terdengar mudah, namun memiliki dampak signifikan. Di tengah dinamika kota seperti Jakarta, lima menit merapikan meja kerja setelah seharian bekerja dapat menjadi penutup hari yang terorganisasi. Tempat tidur yang rapi memberikan energi positif untuk memulai aktivitas pagi. Pesan yang cepat dibalas membuka ruang komunikasi yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
Penelitian mendukung pendekatan ini. Studi menunjukkan bahwa menyelesaikan tugas kecil secara langsung memicu pelepasan dopamin, hormon yang meningkatkan kebahagiaan dan motivasi. Setiap tugas singkat yang diselesaikan membawa kepuasan kecil, seolah membuktikan kemampuan mengendalikan arah hari.

Realistis, Bukan Utopis

Tentu, tidak selalu mudah menerapkannya. Ada hari-hari ketika kelelahan menyelimuti setelah menghadapi kemacetan, atau semangat terasa meredup akibat rutinitas yang membuat jenuh. Hal ini wajar. Kuncinya bukan pada kesempurnaan, melainkan pada niat awal. Cukup mulai dengan satu tugas kecil: mencuci gelas, melipat pakaian di sofa, atau membalas pesan singkat.
Dengan bertindak segera, lingkungan fisik menjadi tertata, begitu pula pikiran. Daftar "nanti" yang biasa memenuhi benak perlahan berkurang. Produktivitas sejatinya bukan tentang menyelesaikan sebanyak mungkin tugas, melainkan mengelola apa yang ada di hadapan dengan kesadaran penuh.
ADVERTISEMENT

Langkah Pertama Ada di Tangan Anda

Mari praktikkan bersama. Berdirilah sekarang. Perhatikan sekeliling. Apa yang bisa diselesaikan dalam lima menit? Mencuci gelas di meja makan, menyusun sandal, atau membalas pesan tertunda. Lakukanlah saat ini, dan rasakan perubahan.
Hidup tidak semata ditentukan oleh pencapaian besar. Seringkali, lima menit untuk menyapu teras atau mencuci piring setelah makan malam menjadi fondasi bagi hari yang lebih teratur dan damai. Dari langkah kecil hari ini, tercipta kebiasaan yang membawa kita mendekati versi terbaik diri sendiri.