Saudi Arabia: Transformasi Dramatis dari Gurun Pasir Menjadi Oase Hijau

Pensiunan PNS 30 tahun, kini fokus pada lingkungan, pertanian, dan perencanaan. Meski pensiun sejak 2021, semangat eksplorasi isu lingkungan, teknologi, dan kesehatan mental tak pernah padam. Berdedikasi penuh!
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari DANIEL GAGARIN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika mendengar nama Arab Saudi , apa yang pertama kali terlintas di benak Anda? Sebagian besar mungkin membayangkan gurun pasir yang luas, suhu udara yang menyengat, ladang minyak yang melimpah, dan budaya unik yang kental dengan tradisi Timur Tengah. Namun, apa jadinya jika kita memberi tahu Anda bahwa negara ini sedang bertransformasi menjadi sebuah oase hijau yang penuh kehidupan? Ya, Arab Saudi tidak hanya sekadar "kerajaan pasir". Mereka tengah menjalankan salah satu proyek lingkungan paling ambisius dalam sejarah manusia—mengubah gurun tandus menjadi lahan subur, hutan rimbun, dan taman kota modern.
Mengapa Arab Saudi Harus Berubah?
Sebagai negara yang 95% wilayahnya adalah gurun, Arab Saudi menghadapi tantangan ekstrem dalam hal sumber daya alam. Fakta mengejutkan lainnya adalah negara ini tidak memiliki sungai permanen dan hanya menerima curah hujan rata-rata kurang dari 100 mm per tahun . Namun, meskipun kondisi alamnya keras, Arab Saudi telah lama dikenal sebagai salah satu eksportir utama produk pertanian seperti gandum, kurma, sayuran, bahkan bunga. Bagaimana mungkin?
Jawabannya terletak pada kombinasi inovasi teknologi, visi besar, dan modal finansial yang melimpah. Namun, cerita ini bukan tanpa konsekuensi. Eksploitasi air tanah purba (fossil groundwater) yang dimulai pada era 1970-an akhirnya membawa masalah serius: depletasi air tanah yang drastis . Para ahli memperkirakan bahwa lebih dari 80% cadangan air bawah tanah Arab Saudi telah habis digunakan hanya dalam beberapa dekade. Ini adalah alarm merah bagi masa depan negara tersebut.
Namun, alih-alih menyerah, Arab Saudi memilih untuk berinovasi. Dengan strategi baru yang lebih berkelanjutan, mereka tidak hanya bertujuan untuk memulihkan lahan gersang tetapi juga menciptakan model pengelolaan lingkungan yang dapat diadopsi oleh dunia.
Proyek Besar: Dari Gurun ke Hutan
1. Green Riyadh Project: Kota Beton yang Bermetamorfosis
Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dulunya adalah kota beton yang panas dan kering. Namun, dengan peluncuran Green Riyadh Project pada tahun 2019, wajah kota ini akan berubah total. Proyek ini adalah bagian dari Visi 2030 , rencana strategis Arab Saudi untuk mendiversifikasi ekonomi mereka dari ketergantungan pada minyak.
Target Ambisius : Menanam 7,5 juta pohon di seluruh kota, meningkatkan ruang hijau per kapita dari 1,7 meter persegi menjadi 28 meter persegi —peningkatan hampir 16 kali lipat !
Manfaat Lingkungan : Pengurangan CO₂ sebesar 3-6% , penurunan suhu udara hingga 1,5-2°C , dan pendinginan signifikan di area yang ditanami pohon (hingga 8-15°C ).
Infrastruktur Baru : Pembangunan 43 taman umum , 3.330 kebun lingkungan , dan 1.100 km sabuk hijau .
Investasi Raksasa : Total anggaran mencapai $23 miliar selama 10 tahun.
Namun, tantangannya sangat besar. Bagaimana cara menanam pohon di gurun yang curah hujannya kurang dari 100 mm/tahun ? Jawabannya ada pada teknologi irigasi canggih yang menggunakan air daur ulang . Konsumsi air daur ulang harian direncanakan meningkat dari 90.000 meter kubik menjadi 1,7 juta meter kubik per hari—setara dengan mengubah kolam renang kecil menjadi danau besar setiap harinya!
2. Saudi Green Initiative (SGI): 10 Miliar Pohon untuk Masa Depan
Selain Green Riyadh, Arab Saudi meluncurkan Saudi Green Initiative (SGI) pada tahun 2021. Inilah proyek lingkungan terbesar mereka, dengan tujuan menanam 10 miliar pohon dan merehabilitasi 40 juta hektar lahan terdegradasi hingga tahun 2060.
Pencapaian Awal : Hingga saat ini, mereka telah menanam 43,9 juta pohon dan merehabilitasi 94.000 hektar lahan —area yang lebih besar dari Kota New York!
Tujuan Klimatik : Mengurangi emisi karbon sebesar 278 juta ton per tahun pada tahun 2030.
Perlindungan Ekosistem : Melindungi 30% wilayah darat dan laut Arab Saudi, setara dengan area seluas Prancis .
Energi Terbarukan : Investasi besar-besaran dalam energi surya dan angin, dengan target menghubungkan 14 gigawatt kapasitas energi bersih ke jaringan listrik nasional.
SGI juga fokus pada pelestarian satwa liar. Pada tahun 2022 saja, mereka melepasliarkan 1.200 hewan langka di 15 lokasi berbeda. Selain itu, Arab Saudi sedang membangun proyek hidrogen bersih terbesar di dunia di NEOM , dengan kapasitas produksi 600 ton per hari pada tahun 2026.
3. King Salman Park: Taman Kota Terbesar di Dunia
Bayangkan sebuah taman kota yang luasnya empat kali Central Park di New York! Itulah King Salman Park , proyek ambisius lainnya yang akan dibuka pada tahun 2025. Dengan luas 16,6 km² , taman ini dirancang untuk menjadi destinasi sepanjang tahun dengan fasilitas modern seperti:
Taman burung dan kupu-kupu , fitur air seluas 300.000 m² , dan lembah hijau seluas 800.000 m² .
1 juta pohon untuk memberikan keteduhan dan keindahan visual.
Fasilitas seni, teater, museum, taman hiburan, hingga pusat olahraga lengkap.
King Salman Park bukan sekadar ruang hijau; ini adalah simbol transformasi Arab Saudi menuju gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Mengapa Semua Ini Penting?
Transformasi ini bukan sekadar upaya kosmetik untuk mempercantik negara. Ada tiga alasan utama mengapa Arab Saudi melakukan semua ini:
Diversifikasi Ekonomi : Minyak tidak akan selamanya menjadi sumber pendapatan utama. Dengan investasi besar dalam sektor hijau, Arab Saudi berharap menciptakan lapangan kerja baru di bidang riset, konservasi, dan ekowisata.
Tanggung Jawab Lingkungan : Sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia, Arab Saudi memiliki "utang karbon" yang harus dibayar. Penanaman pohon dan rehabilitasi lahan adalah cara mereka berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.
Simbol Perubahan Global : Jika Arab Saudi berhasil, ini bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara lain untuk mengatasi tantangan lingkungan mereka sendiri.
Tantangan dan Kritik
Meskipun visi ini tampak luar biasa, banyak yang skeptis. Pertanyaan utamanya adalah:
Keberlanjutan : Apakah proyek-proyek ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang, mengingat keterbatasan air?
Kontradiksi Energi : Bagaimana mungkin negara ini bisa menjadi pemimpin dalam keberlanjutan sementara masih menjadi salah satu eksportir minyak terbesar dunia?
Biaya Tinggi : Total investasi mencapai ratusan miliar dolar. Apakah ini penggunaan sumber daya yang efisien?
Namun, Arab Saudi tampaknya tidak gentar. Mereka memandang ini sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.
Apa Artinya bagi Dunia?
Jika Arab Saudi berhasil, dampaknya akan melampaui batas negara mereka. Bayangkan jika teknologi dan strategi mereka dapat direplikasi di gurun-gurun lain di dunia, seperti Sahara, Gobi, atau Outback Australia. Potensinya tak terbatas.
Arab Saudi sedang menulis ulang narasi tentang apa yang mungkin dilakukan oleh manusia. Dari kerajaan pasir menjadi pemimpin global dalam keberlanjutan, kisah ini adalah bukti nyata bahwa bahkan di tempat yang paling tidak mungkin sekalipun, kehidupan dapat berkembang.
Video referensi:
Rencana Besar Arab Saudi Mengubah Gurun Menjadi Surga Hijau
Misteri Lingkaran Sempurna di Gurun Arab Saudi
Teknologi di Balik Transformasi Gurun Menjadi Hutan
Solusi Inovatif Menghentikan Perluasan Gurun
Fakta Mengejutkan tentang Gurun Arab Saudi
