Konten dari Pengguna

Mahasiswa dan Masa Depan Pajak: Pentingnya Edukasi Sejak di Kampus

Nazwa Amelia Hutasuhut

Nazwa Amelia Hutasuhut

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nazwa Amelia Hutasuhut tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mahasiswa dan Masa Depan Pajak: Pentingnya Edukasi Sejak di Kampus. Sumber : Generate AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mahasiswa dan Masa Depan Pajak: Pentingnya Edukasi Sejak di Kampus. Sumber : Generate AI

Pajak merupakan salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan negara. Namun, kesadaran dan pemahaman mengenai pajak tidak selalu tumbuh secara otomatis ketika seseorang mulai memiliki penghasilan. Pemahaman tersebut perlu dibangun sejak dini, termasuk ketika seseorang masih berada di lingkungan pendidikan.

Mahasiswa sebagai calon wajib pajak masa depan memiliki peran penting dalam membangun budaya kepatuhan pajak di Indonesia. Oleh karena itu, edukasi perpajakan di lingkungan kampus menjadi langkah yang relevan untuk memperkenalkan pajak secara lebih dekat kepada generasi muda.

Kegiatan pengenalan Tax Center dan Relawan Pajak untuk Negeri atau Renjani yang dilakukan melalui kerja sama antara KPP Pratama Sorong dan Universitas Muhammadiyah Sorong menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi ruang strategis dalam meningkatkan literasi perpajakan. Tax Center menjadi wadah kerja sama antara perguruan tinggi dan Direktorat Jenderal Pajak, sedangkan Renjani memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukasi dan pelayanan perpajakan.

Menurut saya, pendekatan seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya memperoleh teori mengenai pajak di dalam kelas. Mereka juga dapat melihat bagaimana sistem perpajakan diterapkan dan berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Selama ini, pajak sering dianggap sebagai sesuatu yang rumit dan baru perlu dipahami ketika seseorang telah bekerja atau memiliki usaha. Padahal, pemahaman dasar mengenai pajak dapat diberikan lebih awal. Dengan mengenal fungsi pajak sejak menjadi mahasiswa, generasi muda dapat memiliki perspektif yang lebih baik mengenai alasan di balik kewajiban perpajakan.

Edukasi pajak di kampus juga dapat membantu mengubah cara pandang mahasiswa terhadap pajak. Pajak tidak seharusnya hanya dipahami sebagai kewajiban untuk membayar sejumlah uang kepada negara. Lebih dari itu, pajak memiliki hubungan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat dan pembangunan.

Program seperti Tax Center memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara lebih praktis. Mahasiswa yang terlibat sebagai relawan dapat memperoleh pengalaman dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta membantu pelayanan dan administrasi perpajakan. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan.

Menurut saya, pengalaman langsung seperti ini memiliki nilai yang penting. Dunia pendidikan tidak hanya membutuhkan pembelajaran berbasis teori, tetapi juga pengalaman yang dapat membantu mahasiswa memahami kondisi nyata di masyarakat.

Selain meningkatkan pengetahuan mahasiswa, keterlibatan generasi muda dalam edukasi pajak juga dapat memberikan dampak yang lebih luas. Mahasiswa dapat menjadi penghubung antara informasi perpajakan dengan masyarakat. Dengan kemampuan komunikasi yang baik dan pemahaman yang memadai, mahasiswa dapat membantu menyampaikan informasi pajak dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Namun, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan perpajakan tentu perlu didukung dengan pembekalan yang baik. Mahasiswa yang terlibat dalam pelayanan dan edukasi harus memiliki kompetensi yang cukup agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, pendampingan dan pelatihan menjadi bagian penting dalam pengembangan relawan pajak. Dalam kegiatan tersebut, KPP Pratama Sorong juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi melalui pembekalan dan pendampingan yang lebih intensif bagi para relawan.

Menurut saya, kerja sama antara kampus dan institusi pemerintah perlu terus dikembangkan. Kampus memiliki potensi besar sebagai tempat berkembangnya generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat dan negara.

Edukasi pajak di lingkungan kampus juga sebaiknya tidak hanya terbatas bagi mahasiswa yang mengambil jurusan perpajakan atau akuntansi. Mahasiswa dari berbagai bidang dapat memperoleh pemahaman dasar mengenai perpajakan karena pada akhirnya banyak dari mereka akan menjadi pekerja, pelaku usaha, maupun wajib pajak.

Membangun kesadaran pajak memang bukan proses yang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Namun, memperkenalkan pemahaman pajak sejak di lingkungan pendidikan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi yang lebih sadar dan memahami kewajibannya.

Pada akhirnya, kepatuhan pajak tidak hanya bergantung pada aturan dan pengawasan. Pemahaman juga memiliki peran yang sangat penting. Ketika generasi muda memahami fungsi dan pentingnya pajak sejak dini, kesadaran tersebut dapat berkembang menjadi budaya kepatuhan di masa depan.

Kampus bukan hanya tempat untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja. Kampus juga dapat menjadi tempat untuk membentuk generasi yang memiliki kesadaran sebagai calon wajib pajak dan memahami perannya dalam pembangunan Indonesia.