Pengangguran di Indonesia: Tantangan Lapangan Pekerjaan dan Solusinya

Mahasiswa program studi Manajemen Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Daffa Arlingga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengangguran masih menjadi salah satu tantangan ekonomi di Indonesia karena berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan kualitas tenaga kerja. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pendapatan masyarakat, tetapi juga dapat berdampak pada daya beli, tingkat kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, memahami penyebab pengangguran serta upaya memperluas kesempatan kerja penting untuk melihat perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.

Penyebab Pengangguran dan Sulitnya Mendapatkan Pekerjaan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 yang dikutip dalam jurnal ini, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta orang dari total 147,71 juta angkatan kerja. Angka itu memang lebih rendah dibandingkan 2022 yang sebesar 8,42 juta orang. Namun, angkanya masih lebih tinggi daripada kondisi sebelum pandemi pada Februari 2020, yaitu 6,93 juta orang.
Penyebab utamanya adalah ketimpangan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja. Jumlah pencari kerja terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk, sementara lapangan pekerjaan yang tersedia belum cukup menampung semuanya. Faktor lain adalah kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya berpihak pada rakyat dan pembangunan sektor ekonomi yang tidak sesuai kebutuhan.
Dari sisi pencari kerja, kurangnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja menjadi hambatan besar. Kurangnya informasi lowongan, ketidakmerataan lapangan kerja antara kota dan daerah, serta pelatihan yang belum optimal ikut memperberat keadaan. Kelompok pemuda usia 15–24 tahun menyumbang tingkat pengangguran terbuka tertinggi. Salah satu penyebabnya adalah kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dan kebutuhan industri.
Hubungan Pengangguran dengan Pertumbuhan Ekonomi
Pandemi COVID-19 menunjukkan eratnya hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran. Ketika aktivitas ekonomi menurun, banyak perusahaan kesulitan keuangan dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Jumlah lowongan kerja pun turun hingga 62 persen pada Mei 2020 dibandingkan Februari 2020. Tingkat pengangguran terbuka naik dari 5,23 persen pada Agustus 2019 menjadi 7,07 persen pada Agustus 2020, atau sekitar 9,77 juta orang.
Sebaliknya, pengangguran yang tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. Menurunnya pendapatan dan produktivitas menghambat investasi, sehingga produk nasional bruto dan pendapatan per kapita ikut tertekan. Jurnal ini juga mencatat bahwa pengangguran terselubung, yakni pekerja yang bekerja tidak sesuai keahlian atau produktivitasnya rendah, membuat kondisi sebenarnya bisa lebih buruk daripada angka resmi.
Dampak Pengangguran terhadap Masyarakat
Pengangguran membuat individu tidak memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan dasar. Karena itu, pengangguran berkaitan erat dengan meningkatnya kemiskinan. Dalam jangka panjang, pengangguran juga dapat berdampak psikologis negatif bagi penganggur dan keluarganya.
Pada skala yang lebih luas, tingkat pengangguran yang tinggi berpotensi memicu keresahan sosial dan menambah biaya sosial serta ekonomi untuk menangani kemiskinan. Karena itu, berita terbaru pengangguran perlu dilihat bukan hanya sebagai persoalan individu, tetapi juga sebagai tantangan bagi perekonomian secara keseluruhan.
Solusi untuk Memperluas Lapangan Pekerjaan
Pemerintah telah mengambil sejumlah langkah, antara lain alokasi dana penanganan COVID-19, insentif pajak, relaksasi pembayaran kredit, bantuan bagi pekerja sektor informal, dan program Kartu Prakerja. Program Kartu Prakerja memberikan pelatihan daring dengan insentif Rp1.000.000 per bulan selama empat bulan. Pemerintah juga menjalankan program padat karya dan mendorong kewirausahaan untuk memperluas lapangan kerja. Meski angka pengangguran menurun bertahap, penurunannya belum signifikan.
Dalam penelitian tersebut, merekomendasikan beberapa langkah lanjutan:
penguatan kebijakan yang mendukung penciptaan lapangan kerja dan pengembangan sektor ekonomi yang realistis dan berkelanjutan;
investasi pada pendidikan dan pelatihan keterampilan, termasuk kolaborasi pendidikan kejuruan dengan dunia industri;
kebijakan yang mendukung inklusi gender di angkatan kerja;
kerja sama pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil;
evaluasi program pemerintah secara berkala agar penggunaan dana publik efektif dan efisien.
Kesimpulan: Mengurangi Pengangguran dan Meningkatkan Kesempatan Kerja
Pengangguran berkaitan erat dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, kualitas tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi. Upaya menguranginya perlu dilakukan melalui peningkatan keterampilan, perluasan lapangan kerja, dan kolaborasi lintas pihak.
Berita hari ini tentang pengangguran dan lapangan pekerjaan sebaiknya tidak hanya menyoroti sulitnya memperoleh pekerjaan, tetapi juga membahas solusi yang dapat memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Daffa Arlingga, Ungu Bahagia Warna, dan Violet Fiesta Warna.
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang.
