Ditemukannya Harta Karun, Kilas Balik Hikmah Terjadinya Bencana Lumpur Panas

Tim Jurnalis Program Studi Agroteknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Tulisan dari Agroteknologi Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia sedang mempelajari dampak dari bencana lumpur Lapindo yang terjadi pada tahun 2006 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Baru-baru ini, mereka menemukan bahwa lumpur Lapindo yang dikenal dengan kekentalannya yang ekstrem, memiliki kandungan mineral logam tanah jarang atau rare earth element.
Rare earth element adalah kelompok 17 unsur kimia yang meliputi lantanida dan aktinida yang sangat berharga dalam industri teknologi modern, termasuk ponsel pintar, mobil listrik, baterai, dan bahkan sistem pertahanan nasional. Namun, produksi rare earth element sangat sulit dan mahal, sehingga penemuan kandungan tersebut dalam lumpur Lapindo menjadi penemuan yang sangat signifikan.
"Penemuan kandungan rare earth element dalam lumpur Lapindo bisa jadi sebuah harta karun yang memberikan harapan baru bagi industri teknologi di Indonesia, namun, bencana ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik dan tanggung jawab sosial perusahaan" ujar Sutarman selaku Dosen Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada Selasa (06/04/23)
Sutarman menambahkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa setiap takdir Allah SWT memiliki tujuan dan hikmah di baliknya, meskipun seringkali manusia tidak dapat memahami atau mengetahui secara langsung. Begitu juga dengan bencana lumpur Lapindo, meskipun terjadi selama 17 tahun dan menyebabkan banyak kerugian, namun kini muncul hikmahnya berupa penemuan mineral logam tanah jarang. Sebagaimana dalam firman Allah.
"Dan mungkin kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan mungkin (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Dalam kejadian ini pun terdpaat pesan yang dpaat kita ambil bahwasannya kita harus selalu berhati-hati dan berusaha untuk tidak merusak lingkungan hidup kita, agar tidak menimbulkan kemarahan Allah SWT. Sebaliknya, kita harus selalu berusaha untuk menjaga kelestarian alam dan meminimalkan risiko bencana alam.
