Konten dari Pengguna

Di balik Pembangunan, Ada Masyarakat Yang Masih Berjuang

MARGARETA FETRIANA FITRI

MARGARETA FETRIANA FITRI

Mahasiswaunpam

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari MARGARETA FETRIANA FITRI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambaran pembangunan di Indonesia yang memperlihatkan gedung dan infrastruktur modern di tengah kehidupan masyarakat yang masih sederhana. Ilustrasi ini menggambarkan adanya perkembangan ekonomi dan pembangunan yang terus berjalan, tetapi di sisi lain masih terdapat masyarakat yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup dan memperoleh kesejahteraan yang layak.Foto ilustrasi tersebut diambil dari Chatgpt.2026
zoom-in-whitePerbesar
Gambaran pembangunan di Indonesia yang memperlihatkan gedung dan infrastruktur modern di tengah kehidupan masyarakat yang masih sederhana. Ilustrasi ini menggambarkan adanya perkembangan ekonomi dan pembangunan yang terus berjalan, tetapi di sisi lain masih terdapat masyarakat yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup dan memperoleh kesejahteraan yang layak.Foto ilustrasi tersebut diambil dari Chatgpt.2026

Ketika mendengar kata pembangunan, yang sering terbayang adalah jalan yang semakin bagus, gedung-gedung tinggi, pusat perbelanjaan, kawasan industri, atau berbagai fasilitas baru. Pembangunan memang menjadi bagian penting dalam meningkatkan perekonomian suatu negara. Namun, menurut saya, pembangunan seharusnya tidak hanya dilihat dari seberapa banyak bangunan yang berdiri atau seberapa tinggi angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa besar perubahan yang dirasakan oleh masyarakat.

Di tengah pembangunan yang terus berjalan, masih ada masyarakat yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada keluarga yang masih kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak, masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap, serta daerah yang belum mendapatkan fasilitas kesehatan dan infrastruktur yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan belum tentu secara otomatis membuat seluruh masyarakat merasakan kesejahteraan.

Menurut saya, salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan ekonomi adalah pemerataan. Pembangunan yang hanya terpusat di kota-kota besar dapat membuat kesenjangan antara daerah maju dan daerah tertinggal semakin terlihat. Ketika sebagian masyarakat menikmati fasilitas dan peluang ekonomi yang semakin luas, sebagian lainnya masih harus berjuang mendapatkan kesempatan yang sama.

Pembangunan juga seharusnya membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat bukan hanya membutuhkan jalan, gedung, atau kawasan industri, tetapi juga membutuhkan pendidikan yang baik, pelatihan keterampilan, akses kesehatan, serta kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut menjadi bagian dari proses tersebut.

Bagi saya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya proyek yang selesai atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Pembangunan dapat dikatakan berhasil ketika masyarakat merasakan kehidupan yang lebih baik, memiliki kesempatan yang lebih luas, dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dengan lebih layak.

Pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang apa yang terlihat oleh mata, tetapi juga tentang perubahan yang dirasakan oleh masyarakat. Di balik jalan yang semakin panjang, gedung yang semakin tinggi, dan ekonomi yang terus berkembang, masih ada masyarakat yang sedang berjuang. Karena itu, pembangunan seharusnya tidak meninggalkan mereka yang berada di belakang.

Pembangunan yang baik bukan hanya membuat sebuah negara terlihat maju, tetapi juga membuat masyarakatnya merasa ikut maju.