Konten dari Pengguna

Di Balik Senyuman Waitress: Hidup Bukan Cuma Antar Makanan dan Minuman

Veronika

Veronika

University of Pamulang communication student

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Veronika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehidupan Dibalik Apron dan Nampan

Sebagai orang yang telah berkecimpung lama di industri FnB, Susah senangnya di pendem sendiri.

ilustrasi by GPT AI

Pernah nggak kamu duduk di restoran, pesen makanan, terus dilayanin sama waitress yang senyum terus walau lagi rame banget? Nah, jadi waitress itu ternyata bukan cuma soal bawa piring dan senyum manis. Ada banyak cerita seru (dan kadang bikin ngelus dada) di balik apron mereka.

1. Multitasking Udah Jadi Makanan Sehari-hari

Bayangin harus inget pesenan meja 3, sambil ambil minuman buat meja 5, terus meja 2 udah mulai ngelirik minta bill. Semua harus cepat, tepat, dan… tetap senyum! Kalau kamu pikir multitasking itu susah, coba tanya waitress pas jam makan siang.

2. Dengerin Curhat Sampai Keluhan Makanan

Kadang waitress juga jadi tempat curhat dadakan. Dari pasangan yang berantem sampai tamu yang komplain steak-nya terlalu matang—semuanya harus ditanggepin dengan sabar. Kayak jadi customer service, tapi berdiri terus dan bawa nampan.

3. Kaki Kuat, Senyum Kuat, Mental Lebih Kuat

Kerja berjam-jam berdiri, mondar-mandir nggak henti, belum lagi kalau ada tamu yang rese. Tapi waitress harus tetap sigap, sopan, dan profesional. Gak heran, banyak yang bilang waitress itu pejuang di garis depan restoran.

4. Tip Itu Rezeki, Tapi Jangan Berharap Lebih

Ada tamu baik hati yang ninggalin tip gede, tapi ada juga yang kabur diam-diam. Makanya, waitress itu tahu banget arti dari “jangan harap pasti”—karena tip bukan kewajiban meski kadang jadi penyelamat tanggal tua.

5. Harus Bisa Jadi Aktris Dadakan

Lagi capek, sedih, atau bad mood? Gak boleh kelihatan. Pasang senyum, angkat piring, sapa ramah—meski di balik itu hatinya pengen nangis atau duduk lima menit aja. Acting level tinggi, tapi tanpa panggung dan tepuk tangan.

Jadi kalau kamu masih berpikiran bahwa seorang waitress hanya senyum dan bilang terimakasih, kamu jadi salah satu customer yang bakal ditandain oleh waitressnya hahaha, bercanda. Nah,oleh karena itu menjadi waitress itu bukan kerjaan yang gampang tau... butuh fisik yang kuat, emosi yang stabil karena bertemu dengan banyak orang dengan keberagaman sifat dan karakternya yang sangat amat menguras energi, dan terakhir harus punya skill komunikasi yang oke banget. Tapi dari balik semua capeknya, ada juga rasa bangga—karena mereka bikin pengalaman makan orang lain jadi lebih menyenangkan.

Jadi, lain kali kalau kamu makan di restoran, jangan lupa kasih senyum (dan kalau bisa tip juga yaa, hihi ) buat waitress yang udah kerja keras dan selalu berusaha kasih service yang tidak mudah dilupakan!