Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Latih Siswa SD Bikin Totebag Ecoprint

Vena Isma Safitri

Vena Isma Safitri

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vena Isma Safitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 Posko 27 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar pelatihan pembuatan totebag ecoprint bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar di Desa Poncoruso, Kecamatan Bawen. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan posko dalam bidang edukasi dan kreativitas lingkungan bagi anak-anak setempat.

Ecoprint sendiri merupakan teknik mencetak motif alami pada media kain dengan memanfaatkan daun dan tumbuhan di sekitar. Dalam pelatihan ini, para siswa diajak langsung mempraktikkan teknik pounding atau memukul daun di atas kain totebag menggunakan palu kayu kecil, sehingga menghasilkan corak alami berupa jejak urat dan bentuk daun.

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN terlebih dahulu memperkenalkan konsep ecoprint sebagai salah satu bentuk kerajinan ramah lingkungan, sekaligus mengenalkan berbagai jenis daun yang bisa digunakan untuk menghasilkan motif menarik. Para siswa tampak antusias memilih dedaunan yang telah disediakan, mulai dari daun jati kecil hingga daun-daun berbentuk unik lainnya, sebelum menyusunnya di atas kain totebag.

Kegiatan berlangsung dengan suasana akrab, di mana siswa duduk melingkar sambil dibimbing langsung oleh mahasiswa KKN dalam menata daun dan memukul permukaannya agar warna dan bentuk daun menempel sempurna pada kain. Proses ini melatih ketelitian, kesabaran, sekaligus kreativitas anak-anak dalam berkarya menggunakan bahan alami.

Dokumentasi kegiatan pelatihan ecoprint totebag oleh Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 27 UIN Walisongo Semarang bersama siswa kelas 5 SD di Desa Poncoruso, Kecamatan Bawen. Foto: Dokumentasi pribadi.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap lingkungan sejak dini, sekaligus memperkenalkan keterampilan baru yang dapat menjadi bekal kreativitas di masa mendatang. Selain itu, totebag hasil karya siswa juga diharapkan dapat digunakan sebagai pengganti kantong plastik dalam kegiatan sehari-hari, sejalan dengan semangat gaya hidup ramah lingkungan.

Pelatihan ecoprint totebag ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN MIT-22 Posko 27 UIN Walisongo Semarang dalam mendampingi masyarakat Desa Poncoruso, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai lingkungan melalui karya yang sederhana namun bermakna.