Konten dari Pengguna

Mencicipi Keindahan Pantai Siring Kemuning di Madura

Siti Fatimah

Siti Fatimah

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Departemen Biology

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Fatimah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto penulis artikel ketika berada di Pantai Siring Kemuning, Madura (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Foto penulis artikel ketika berada di Pantai Siring Kemuning, Madura (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)

Pada 2018 lalu, saya dan teman-teman berkunjung ke Pantai Siring Kemuning di Madura, lebih tepatnya di desa Mecajah di Kecamatan Tanjung Bumi, kira-kira berjarak 41 km ke arah utara kota Bangkalan. Sebelum kami berangkat ke pantai Siring Kemuning, saya mempersiapkan makanan ringan dan minuman untuk kami nikmati di sana. Sedangkan teman-teman saya yang lain mempersiapkan kendaraan yang akan kami pakai. Setelah semuanya siap, kami langsung berangkat menuju pantai. Selama perjalanan, saya sangat kagum dengan keindahan alamnya yang masih asri.

Sesampainya di pantai, kami dikenai biaya retribusi sebesar 5.000 rupiah. Suasana di Pantai Siring Kemuning pada saat itu terlihat masih sangat alami, hampir tidak ada sentuhan polesan tangan manusia yang terasa dan seperti pesona tersembunyi.

Menurut penduduk setempat, pantai Siring Kemuning ini kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hal ini sangat disayangkan karena di pantai ini hampir tidak ada fasilitas umum yang tersedia, bahkan kamar mandi dan toilet pun harus menumpang di rumah penduduk sekitar pantai. Di dekat gerbang masuk sebenarnya ada bangunan yang kemungkinan dibangun untuk dijadikan kamar mandi dan toilet, sayang sekali bangunan itu belum selesai sehingga tidak dapat digunakan.

Selain menawarkan pemandangan laut yang indah, Suasana di tepi Pantai Siring Kemuning cukup asri dan sejuk, di lokasi dekat pintu masuk terdapat pohon-pohon yang cukup rindang, cocok sekali digunakan untuk lesehan dan melepas penat selama perjalanan menuju pantai. Berdasarkan cerita dari salah satu penduduk sekitar, Pada tahun 2011 yang lalu, pasir putih Siring Kemuning dihiasi oleh ombak sedang dan air yang cukup keruh. Hal ini dikarenakan Bangkalan dan sekitarnya diguyur hujan cukup deras pada saat itu. Selain pasir putih, pantai Siring Kemuning di beberapa tempat juga dihiasi batu karang yang sangat cantik.

Batu karang di Pantai Siring Kemuning, Madura (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)

Pengunjung yang hendak bermain air dan ombak di pantai pasir putih Siring Kemuning saya sarankan untuk berhati-hati karena menurut penduduk setempat ombak di pantai ini bertipe menyeret bukan mendorong. Ombaknya memang tidak terlalu besar tetapi tidak ada salahnya juga untuk selalu berhati-hati terutama anak-anak dan pengunjung yang tidak mahir berenang.

Pasir dan ombak di Pantai Siring Kemuning, Madura (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)

Ketiadaan rumah makan pada lokasi pantai ini juga merupakan salah satu kekurangan lain pada pantai ini. Setelah lelah bermain dengan air dan ombak di atas pasir tentu saja saya dan teman-teman ingin mengisi perut yang kelaparan. Sayang sekali tidak banyak pilihan di Pantai Siring Kemuning, hanya ada dua warung penjaja rujak lontong khas Bangkalan. Jadi ada baiknya juga menyiapkan bekal jika hendak menghabiskan waktu hingga makan siang di pantai ini. Apalagi jarak yang harus ditempuh untuk sampai di Kota Bangkalan lumayan jauh.

Di balik kelebihan dan kekurangannya, Pantai Siring Kemuning adalah objek wisata di Kota Bangkalan yang patut dikunjungi. Saya berharap semoga saja pemerintah setempat dapat memberikan sedikit perhatian untuk aset-aset wisata seperti ini supaya pesona-pesona tersembunyi keindahan negeri ini dapat dinikmati khalayak ramai.

Pantai Siring Kemuning pada siang hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)

Siti Fatimah- Mahasiswa Biologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya