Perlu Dihindari Jika Tak Ingin Pahala Puasa Ramadhan Berkurang

FITHA AYUN LUTVIA NITHA
Fitha Ayun Lutvia Nitha lulusan Magister Hukum Universitas Negeri Semarang, dengan IPK 4,00 dan lama studi 1 tahun 6 bulan
Konten dari Pengguna
28 Maret 2023 14:25 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari FITHA AYUN LUTVIA NITHA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kedatangan bulan suci Ramadhan selalu dinantikan umat muslim dunia. Sumber : dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Kedatangan bulan suci Ramadhan selalu dinantikan umat muslim dunia. Sumber : dokumentasi pribadi
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tidak berasa, beberapa hari di bulan suci Ramadhan ini telah kita jalankan. Dimana dalam hari-hari tersebut, Allah SWT memerintahkan kita untuk senantiasa menjalankan ibadah puasa. Namun perlu kita ketahui bahwa tujuan puasa Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan haus dahaga. Tapi dalam berpuasa berarti melatih pengendalian diri, pengorbanan, rasa empati, serta diiringi dengan perbaikan diri yang konsisten untuk menjadi Muslim yang bertaqwa. Salah satu yang hendaknya dilakukan untuk memaksimalkan ibadah kita di bulan Ramadhan yakni menghindari tindakan atau hal-hal yang bersifat makruh. Tujuannya agar tak mengurangi pahala puasa kita. Sehingga bisa mendapatkan kesempurnaan ganjaran di bulan Ramadhan.
ADVERTISEMENT
Terdapat beberapa hal yang harus kita dihindari, karena dapat mengurangi nilai pahala ibadah puasa. Meski puasanya tidak batal, akan tetapi menjadi makruh hukumnya jika tetap dilakukan. Oleh karena itu, sebagai Muslim hendaknya kita menjalankan ibadah ini dengan penuh kehati-hatian, tanggung jawab, serta dibarengi dengan rasa ikhlas agar bisa meraih kesempurnaan pahala puasa dan mendapat berkah dari Allah SWT.
Berikut diantaranya hal-hal yang harus dihindari karena dapat mengurangi pahala puasa :
Mengeluh Lapar dan Haus
Jangan mengeluh lapar atau haus ketika berpuasa, karena dapat mengurangi pahala. Sumber : kumparan.com
Ketika berpuasa maka hendaknya kita tidak mengeluh pada apapun termasuk lapar dan dahaga. Meski sepele, mengeluh bisa mengurangi pahala loh! Berpuasa sejatinya mengajarkan kesabaran dan keteguhan hati dalam menjalani perintah Allah. Agar bisa menuai berkah dan manfaat di bulan suci ini, umat Muslim hendaknya tidak sedikit-sedikit mengeluh beratnya menahan lapar dan haus saat menjalankan puasa. Berpuasa merupakan salah satu ujian bagi kita untuk menahan diri tidak mengeluh terhadap apa pun termasuk lapar atau haus. Justru sebaliknya, cobalah tuai manfaat bahwa melalui puasa kita dapat merasakan kesengsaraan orang lain yang merasakan lapar dan haus sepanjang hari. Ketimbang mengeluh yang bisa mengurangi pahala puasa, ingat-ingat kembali berkah yang sudah didapatkan selama ini dan bersyukurlah kepada-Nya karena dengan berpuasa membuka kesempatan untuk menjadi seorang Muslim yang lebih baik. Hal ini juga pernah diterangkan lewat sebuah Hadist Riwayat Ibnu Khuzaimah yang berbunyi:
ADVERTISEMENT
"Puasa itu bukanlah sebatas menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi puasa adalah menjauhi perkara yang sia-sia dan kata-kata kotor," (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1996. Tahqiq Syaikh Al-A'zami berkata ini shahih).
Memeluk dan Mencium Suami atau Istri
Hati-hati ketika berpuasa hindari bermesra-mesraan dengan suami atapun istri, hukumnya makruh. Sumber : dokumentasi pribadi
Bermesraan dengan istri yang disertai dengan rasa nyaman pada saat berpuasa adalah makruh menurut mayoritas ulama, karena hal tersebut dapat membawa kepada rusaknya puasa. Namun bisa jadi menjadi haram jika yakin bahwa dengan bermesraan dengan istrinya bisa inzaal (keluarnya air mani).
Tidak mengapa seseorang itu mencium istrinya jika tanpa disertai dengan nafsu, misalnya untuk ciuman kasih sayang dan ciuman selamat tinggal. Sebagaimana dalam sebuah hadis:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ، وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ، وَلَكِنَّهُ أَمْلَكُكُمْ لِأَرَبِهِ. وَفِيْ رِوَايَةٍ لِمُسْلِمِ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ فِي شَهْرِ الصَّوْمِ
ADVERTISEMENT
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menciumku ketika beliau sedang puasa dan pernah mencumbuku ketika sedang puasa, namun beliau memang seorang yang paling bisa mengendalikan nafsunya di antara kalian.” (HR. Musim)
Tidur Berlebihan Dapat Mengurangi Pahala Puasa
Ketika menjalankan ibadah puasa, perbanyaklah aktivitas positif yang bermanfaat. Sumber : dokumentasi pribadi
Biasanya dengan alasan lemas, letih, lesu ketika berpuasa kita kerap menghabiskan banyak waktunya malah untuk tidur seharian. Ets tidur boleh saja asal jangan berlebihan karena bisa mengurangi pahala puasanya. Berpuasa jangan menjadi alasan bagi umat Muslim untuk terganggu pekerjaan ataupun waktu istirahatnya. Beberapa orang memanfaatkan puasa untuk tidak bekerja, kurang produktif, dan hanya tidur-tiduran saja dengan dalih lemas.
Meski ada hadis yang menyebut, 'tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya diterima, dan pahalanya dilipatgandakan' namun disebutkan oleh tiga perawi bahwa hadist tersebut lemah. Selain itu, menghabiskan sepanjang waktu puasa hanya untuk tidur justru bertentangan dengan yang dilakukan Nabi. Kendati berpuasa, jangan sampai mengubah jadwal kerja atau aktivitas rutin Anda, ya. Tidur boleh, tapi sewajarnya saja, tidak kurang maupun berlebihan karena keduanya sama-sama berbahaya bagi kesehatan. Jadi tetap beraktivitas seperti biasa meski sedang berpuasa.
ADVERTISEMENT
Tidak Menjaga Lisan
Ketika asik ngumpul bersama teman, jangan sampai kita lupa untuk menjaga lisan. Sumber : dokumentasi pribadi.
Puasa juga melatih diri untuk menjaga sikap dan lisan. Sibuk membicarakan keburukan orang lain meski tak membatalkan, tapi bisa menggugurkan pahala puasa.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “puasa yang benar bukan hanya berpantang dari makanan dan minuman, melainkan puasa yang benar adalah dengan menjauhkan diri dari kegiatan yang sia-sia dan pembicaraan cabul."
Segala pembicaraan dalam omong kosong, bergosip, berbohong, bergunjing, bertengkar, mengutuk, berbicara kasar apalagi sampai menyakiti orang lain memang tidak membatalkan puasa, namun dapat mengurangi pahala. Tak cuma saat puasa, membicarakan hal buruk soal orang lain alias ghibah juga dilarang di luar bulan Ramadhan.
Bahkan merujuk tafsir Surat Al-Hujurat; 49:12 menyebut membicarakan orang lain disamakan dengan memakan bangkai saudaranya sendiri.
ADVERTISEMENT
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Nah, selagi berpuasa biasakan untuk mengendalikan diri serta mengontrol emosi untuk tidak mudah terpancing pada sifat atau perbuatan setan.
Makan Minum Berlebihan Saat Sahur dan Berbuka Puasa
Foto saat berbuka puasa. Sumber : dokumentasi pribadi
Berlebihan dalam makanan faktanya memang tak baik bagi kesehatan. Makan berlebihan juga tak disarankan sebab dapat dimakruhkan dalam puasa. Puasa juga melatih kita mengontrol diri dan mendisiplinkan tubuh dari segala makanan atau minuman yang dikonsumsi. Nabi Muhammad mengajarkan untuk tidak berlebih-lebihan dan mengendalikan diri dalam semua aspek kehidupan, serta melarang kita untuk menyakiti diri kita sendiri, orang lain, atau alam. Sebab, mengonsumsi makanan yang berlebihan hanya akan berdampak buruk bagi kesehatan. Jadi meski sepanjang hari Anda menahan lapar, jangan balas dendam saat berbuka atau sahur. Tetap makan seperti biasa dalam jumlah sedang. Selain itu, makanlah makanan bergizi, bukan makanan cepat saji dan tinggi kalori. Manfaatkan momen Ramadhan ini dengan memasak makanan sehat sendiri. Bahkan dalam Surat Al-A’raaf ayat 31 telah menjelaskan :
ADVERTISEMENT
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”
Demikian sekilas info terkait beberapa hal yang dinilai dapat mengurangi pahala puasa, semoga bermanfaat.