Konten dari Pengguna

Mengukir Arah Baru: Workshop Visi-Misi FKIP UHO Dorong Transformasi Akademik

Ismail

Ismail

Dosen S1 Pendidikan Biologi Universitas Halu Oleo (UHO)

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ismail tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kendari-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tanggal 14 Oktober 2025 telah menyelenggarakan workshop strategis pengembangan visi dan misi fakultas bertempat di Ballroom Krakatau, Lantai 5 Hotel Horison, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menjadi titik tolak penting dalam upaya memperkuat arah kelembagaan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperkuat relevansi FKIP terhadap tantangan pendidikan abad ke-21 khususnya di di Sulawesi Tenggara.

Pembukaan acara oleh Wakil Rektor UHO Bidang Akademik, Prof. Dr. Laode Santiaji Bande, S.P., M.P.  (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Pembukaan acara oleh Wakil Rektor UHO Bidang Akademik, Prof. Dr. Laode Santiaji Bande, S.P., M.P. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Latar Belakang dan Tujuan

Laporan ketua panitia, Dr. Izlan Sentryo, S.Pd., M.Pd. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Workshop diselenggarakan karena kebutuhan mendasar: visi dan misi fakultas selama ini harus diperbaharui agar selaras dengan dinamika pendidikan global, perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat lokal, dan rencana strategis Universitas. FKIP UHO menyadari bahwa identitas akademik tidak cukup hanya diwariskan; ia perlu terus disesuaikan agar tetap relevan, aspiratif, dan implementatif.

Tujuan workshop mencakup beberapa hal: pertama, merumuskan ulang visi fakultas yang memuat cita-cita jangka menengah hingga panjang; kedua, memperjelas misi yang akan menjadi panduan operasional tri dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian); ketiga, memperkuat pertalian antara visi-misi fakultas dengan strategi universitas, kebutuhan stakeholder lokal, serta tantangan global seperti digitalisasi pendidikan, literasi abad ke-21, dan pemajuan kualitas lulusan.

Sambutan oleh Dekan FKIP UHO, Dr. Damhuri, S.Pd., M.P. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Peserta dan Metode Pelaksanaan

Undangan peserta workshop sebanyak 134 orang, terdiri dari Wakil Rektor Bidang Akademik selaku narasumber 1, ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) selaku narasumber 2, unit jaminan mutu dan sistem informasi, unsur pimpinan fakultas-Dekan dan para wakil dekan, ketua dan sekretaris jurusan, kepala laboratorium, Kelompok Kerja Jaminan Mutu (K2JM), PTN mitra, Kepala Sekolah SMPN 9 dan SMKN 4 Kendari selaku pengguna lulusan, dan beberapa orang alumni FKIP.

Metode pelaksanaannya menggunakan kombinasi paparan presentasi strategis oleh narasumber, diskusi terbuka, serta penyusunan draft awal visi-misi berdasarkan rekomendasi peserta.

Agenda selama workshop dibagi dalam beberapa sesi: pemaparan tren pendidikan nasional dan global; refleksi kondisi FKIP UHO saat ini (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman); formulasi visi alternatif; verifikasi misi dan sasaran strategis; hingga finalisasi rekomendasi draft yang akan diajukan ke senat fakultas untuk disahkan.

Peserta menyimak materi (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Peserta menyimak materi (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Isi dan Dinamika Diskusi

Dalam sesi awal, peserta diajak membandingkan visi-misi lama FKIP dengan tantangan baru seperti dinamika kurikulum, tuntutan digital literacy, keterlibatan industri/mitra sekolah, urgensi penelitian berdampak sosial, hingga kerjasama kelembagaan. Selanjutnya, peserta menyoroti beberapa isu utama seperti:

• Relevansi lokal vs aspirasi global: sejauh mana FKIP UHO menjaga akar lokal (budaya Sulawesi Tenggara, kebutuhan pendidikan daerah kepulauan), serta membangun daya saing lulusan di level nasional dan internasional.

• Integrasi teknologi dan literasi digital: memasukkan elemen pembelajaran berbasis teknologi, kompetensi digital untuk dosen dan mahasiswa, serta cara memperkuat penelitian/kolaborasi melalui platform digital.

• Karakter dan etika profesi guru: perumusan misi yang mencantumkan unsur karakter, kemanusiaan, profesionalisme pendidikan guru, terutama dalam konteks tantangan sosial seperti inklusivitas, tanggung jawab lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

• Penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat: misi yang tidak hanya sekadar “melaksanakan Tri Dharma” tetapi menekankan kolaborasi, inovasi, relevansi lokal, dan keberlanjutan.

Hasil dan Rekomendasi Awal

Setelah beberapa penyampaian gagasan dan diskusi dan verifikasi masukan, workshop berhasil menghasilkan draft visi baru serta sejumlah poin misi strategis yang akan diajukan ke pimpinan fakultas untuk disahkan. Rekomendasi mencakup:

• Visi yang lebih aspiratif, mencerminkan visi jangka menengah hingga jangka panjang

• Misi yang mengusung tema literasi digital, integrasi penelitian-pengabdian, penguatan kemitraan lokal dan global, peningkatan kompetensi karakter mahasiswa/guru, dan model kolaboratif dengan stakeholder pendidikan.

• Penetapan indikator kinerja untuk tiap misi, seperti persentase lulusan bekerja di daerah terpencil, jumlah publikasi penelitian kolaboratif, persentase dosen yang melakukan pengabdian berbasis budaya lokal, dan frekuensi evaluasi triwulan atau semester.

• Usulan yang disepakati selanjutnya akan dirapatkan dalam rapat senat fakultas untuk selanjutnya disosialisasikan kepada seluruh staf akademik, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Peserta menyampaikan gagasan (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Makna dan Harapan ke Depan

Workshop tersebut bukan semata acara formalitas, tetapi menjadi bukti bahwa FKIP UHO bergerak secara proaktif terhadap tantangan zaman. Dengan visi-misi yang relevan, fakultas diharapkan dapat:

1. Memantapkan identitas kelembagaan yang jelas dan dapat dipahami oleh seluruh civitas akademika.

2. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan lulusan, misalnya lulusan FKIP UHO tidak hanya punya kompetensi pedagogi, tetapi juga melek teknologi, sensitif terhadap karakter lokal, dan siap bekerja di lingkungan dinamis.

3. Mendorong penelitian dan pengabdian yang lebih terarah, berdampak nyata di wilayah Sulawesi Tenggara, terutama di daerah pesisir, kelautan, dan pedesaan.

4. Meningkatkan sinergi antara fakultas dan mitra luar (sekolah, dinas pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, dan dunia industri/komunitas) melalui kemitraan formal maupun kolaborasi riset.

5. Menjadi fondasi kuat bagi FKIP UHO untuk menyusun rencana strategis berikutnya (Renstra Fakultas), akreditasi program studi, dan meningkatkan daya saing di level nasional/internasional.

Beberapa peserta berfoto bersama setelah acara (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penutup

Workshop visi-misi FKIP UHO menandai langkah penting dalam perjalanan transformasi akademik. Tidak cukup hanya menetapkan visi-misi; tantangan sebenarnya adalah mengimplementasikan, mengevaluasi, dan memperbarui secara berkala. Harapan besar tertuju pada komitmen pimpinan dan seluruh stakeholder fakultas untuk menjadikan visi-misi bukan sekadar tulisan di dokumen, melainkan nafas operasional di setiap aktivitas akademik, penelitian, dan pengabdian.

Dengan arah yang baru, FKIP UHO siap bergerak lebih strategis menuju masa depan pendidikan yang inovatif, inklusif, dan kontekstual, sekaligus menjawab panggilan zaman sekaligus kebutuhan daerah.

Ismail, S.Pd., M.Pd.

(Dosen FKIP UHO)