Anak ''Strict Parents'': Antara Disiplin dan Kebebasan

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Siti Syifaul Hasanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh: Siti Syifaul Hasanah

Keluarga diibaratkan sebagai pusat kekuatan dan pondasi utama dalam membentuk ketangguhan dan kekuatan pada Anak anak. Memiliki orang tua yang strict atau tegas sering kali menjadi pengalaman yang penuh tantangan bagi anak. Setiap orang tua berharap yang terbaik bagi anak anaknya dan cara mereka mendidik, karena mendidik Anaknya akan berpengaruh besar terhadap perilaku anak. (Sınaga, 2022) Berkaitan dengan hadits Nabi Saw. “Muliakanlah anak-anak kalian dan perbaikilah adab adab mereka”.(HR. IBNU MAJAH). Pola asuh yang ketat biasanya menekankan disiplin, aturan yang jelas dan ekspektasi yang tinggi. Namun disisi lain, anak juga membutuhkan ruang untuk berekspektasi dan merasakan kebebasan agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mandiri. Lalu, bagaimana anak strict parents bisa menemukan keseimbangan antara disiplin dan kebebasan?
• Disiplin dalam Pola Asuh Strict Parents
Orang tua yang strict biasanya menerapkan aturan yang ketat dalam kehidupan sehari-hari anaknya. Tujuannya adalah agar anak tumbuh dengan nilai nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan menjadi diri yang kuat. Misalnya, jadwal belajar yang teratur, larangan terhadap perilaku negatif, dan pengawasan ketat terhadap pergaulan anak. Disiplin seperti ini memang sangat penting untuk membentuk karakter anak dan mempersiapkan mereka menghadapi dunia yang penuh tantangan. Namun, jika aturan terlalu kaku dan tanpa ruang dialog, anak bisa merasa tertekan dan kurang dihargai kebebasannya.
• Kebebasan: Kebutuhan Psikologis Anak
Kebebasan bukan berarti tanpa batasan, melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk belajar membuat keputusan, bereksplorasi, dan mengembangkan kreativitasnya. Anak yang diberi ruang kebebasan yang sehat cenderung lebih percaya diri, mandiri, dan mampu mengelola emosi nya dengan baik. Orang tua strict atau orang tua tegas sering kali kesulitan memberikan kebebasan karena khawatir anak salah langkah. Padahal, membatasi kebebasan secara berlebihan bisa membuat anak merasa terkekang dan memberontak.
• Menemukan Keseimbangan antara Disiplin dan Kebebasan
Kunci utama agar anak strict parents tubuh dengan baik adalah dengan cara komunikasi terbuka dan saling pengertian. Orang tua perlu menjelaskan alasan dibalik aturan yang dibuat dan mendengarkan pendapat anak. Dengan begitu, anak merasa dihargai dan lebih muda menerima. Selain itu, orang tua bisa memberikan kebebasan bertahap sesuai usia dan tingkat kedewasaan anak. Misalnya, membiarkan anak memilih kegiatan atau apapun yang dia sukai, atau memberi kesempatan mengambil keputusan kecil dalam kehidupan sehari-hari.
• Dampak Pola Asuh Strict Parents Terhadap Perilaku Anak
Cara orang tua mengasuh memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku anak. Peran kedua orang tua sangat penting dalam kehidupan anak, karena ibu merupakan madrasah pertama bagi anak dan ayah sebagai pemegang kurikulum dalam sebuah keluarga. Strict parents tidak selamanya buruk, tergantung pembawaan dari orang tua masing masing. Orang tua yang strict dengan otoritas yang tinggi dan tidak mau menerima pendapat dari anaknya serta memiliki tingkat emosional yang tinggi inilah yang akan berdampak pada anak. Anak cenderung menutup diri dari keluarga dan lama kelamaan memiliki jiwa pemberontak karena ingin didengar. Sedangkan strict parents atau tegas dengan pembawaan responsif cenderung akan diterima oleh anak, lambat laun anak akan mengerti kenapa orang tua bersikap strict demi kebaikan anak itu sendiri. Dampak positif lain dari pola pengasuhan strict parents yaitu pada perkembangan moral anak. Sedari kecil anak memerlukan bimbingan dari orang tuanya guna mengembangkan moralitas mereka agar di masa depan tidak terjerumus dalam kenakalan remaja. Selain dampak positif ada juga dampak negatif, dimana anak cenderung melawan terhadap kontrol berlebihan, seperti berbohong demi mendapatkan kebebasan, melanggar aturan dengan sengaja, berperilaku nakal disekolah, menyembunyikan hal hal dari orang tua, karena anak berpikir jika mengatakannya akan dimarahi dan orang tua tidak akan mengerti keadaan anak.
KESIMPULAN
Jadi, Anak strict parents itu adalah anak yang hidup diantara dua kutub: disiplin yang ketat dan kebutuhan akan kebebasan. Agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara emosional dan sosial, anak membutuhkan keduanya dalam porsi seimbang. Orang tua yang bijak adalah orang tua yang mampu menanamkan disiplin tanpa menghilangkan ruang kebebasan bagi anak untuk berkembang.
