Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Problematika Rindu di Tengah Pandemi Corona yang Belum Surut
1 September 2021 12:47 WIB
ยท
waktu baca 2 menitTulisan dari seha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Mengingat era pandemi sudah satu tahun lebih memasuki Indonesia dan membuat dampak signifikan pada perubahan ekonomi, pendidikan bahkan sosial. Banyak sekali kerinduan aktivitas di tengah pandemi yang belum usai. Rindu akan kegiatan sebelum adanya pandemi.
ADVERTISEMENT
Problematika manusia sebagai makhluk sosial adalah sebatas kerinduan berbincang dengan kerabat tanpa perlu merasa ketakutan akan wabah. Begitu pun, saya selalu mencari solusi terbaik menghadapi era perubahan ini, tapi hasilnya tetap tidak bisa dielak bahwa saya merindukan momen berkumpul dengan teman.
Bahkan dari hal terkecil seperti menghirup udara segar adalah momen dirindukan sebelum era pandemi dimulai. Kehangatan dari pembicaraan intens sangat berbeda dengan perbincangan melalui ponsel meski dengan kecanggihannya, saya tetap bisa tatap wajah jarak jauh hanya mengandalkan layar canggih tersebut.
Rindu lainnya adalah mengunjungi sanak keluarga. Semenjak pandemi dimulai, pemerintah selalu memberi ketetapan kepada masyarakat untuk tetap di rumah dan menyelesaikan segala pekerjaan dari rumah.
Segala pembatasan dilakukan guna mencegah penyebaran virus dan hal tersebut membuat saya terus melakukan kegiatan diri di rumah. Bahkan untuk mengunjungi rumah sanak keluarga saja terasa sulit. Sebagai warga negara yang taat pada peraturan pemerintah, saya harus menahan keinginan dengan cara merindu saja setiap hari.
ADVERTISEMENT
Saya juga rindu jalan santai tanpa masker yang harus menutupi separuh wajah saya. Kelonggaran untuk bernapas menjadi terbatasi.
Rindu dikala pandemi sangat memprihatinkan kondisi psikis seseorang, agaknya solusi yang memumpuni saat ini hanyalah relaksasi dan menemukan kegiatan menyenangkan di dalam rumah.
Berharap pandemi segera berakhir dan tidak ada lagi balada rindu yang terus mengisi kesuntukan diri.