Konten dari Pengguna

Menuju Indonesia Yang Merdeka Secara Energi melalui Biomassa

Edo Hendra Kusuma

Edo Hendra Kusuma

Edo Hendra Kusuma, adalah Anak Muda Indonesia yang berasal dari Daerah, dirinya pernah menjadi Profesional di berbagai Perusahaan dan Pernah menjadi Direktur Utama Menara Energy Resources, Komisaris Mutiara Sumatera serta Ketua Banom HIPMI Institute

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Edo Hendra Kusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto : Edo Hendra Kusuma (Ketua HIPMI Institute Sumatera Selatan)
zoom-in-whitePerbesar
Foto : Edo Hendra Kusuma (Ketua HIPMI Institute Sumatera Selatan)

Filosofis ekonomi Indonesia sentris tak terlepas pada pemaknaan mendalam tentang ide dan latarbelakang UUD No. 33 tahun 1945

Terkait makna Pasal 33 UUD 1945, Bagir Manan (dalam Ruslina, 2012) menerangkan bahwa Pasal 33 UUD 1945 memberikan petunjuk tentang susunan ekonomi dan mencerminkan cita-cita yang dipegang teguh dan apa yang diperjuangkan secara konsisten oleh para pimpinan pemerintahan (negara).

Penerjemahan pada semangat realisasi Pasal 33 UUD 1945 itulah yang membawa pada roadmap membangun Sebuah lanskap menuju pertumbuhan ekonomi Indonesia 8%

Lalu Hadirlah, ijtihad bernama Koperasi Merah Putih, membuktikan bahwa kita mampu untuk berubah menuju Indonesia Emas 2045 secara nyata.

Kami sudah terbiasa dengan menghadapi penjajahan, itulah penggalan pidato Presiden Prabowo pada International Institute for Strategic Studied

Tentu, bila kita rememory pada proses perjalanan menuju Kemerdekaan Republik Indonesia, Manusia Indonesia pernah mendapatkan pengucilan dari penjajah dengan idiom Honden en inlander verboden (Priboemi dan Anjing Di Larang Masoek!)

Namun, kita bisa membuktikan bahwa penghinaan itu tak berdasar Olivier Johanes Sejarawan Belanda sekaligus penulis buku "Pekerdja di Djawa Tempo Doelo" jelas mengatakan itu bagian propaganda.

Sebab naluriah seorang patriotik yang tak hanya memandang melalui menara gading, bahwa penciptaan SDM Unggul adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045.

Musuh yang bernama stunting itu kini perlahan dapat kita hadapi dengan Ijtihad program Bantuan Makan Gratis melalui Badan Gizi Nasional

Tak cukup, Negara kini pula mengapresiasi dan menghimpun para ahli lintas sektoral melalui movement dari Prof. Brian Mendiksaintek, menjadi wajar bila langkah gerak nya rapih, dan terstruktur beliau akademisi sekaligus eksponen generasi Reformasi, dia pernah diatas mimbar-mimbar jalanan dan kini berada di pemerintahan, Bung kecil kini bereinkarnasi

Menuju Kemerdekaan Energi yang disebut dengan istilah Biomassa

"Kalau ingin tumbuh tinggi, pilih pemimpin amanah dan tinggalkan pertumbuhan berlandas utang, fokus pada strategi dan kebijakan untuk pertumbuhan tinggi. Supaya 40 persen miskin berkurang cepat, fokus pada kenaikan Human Development Index (HDI), bukan hanya pertumbuhan ekonomi,”

Semua pesan beliau perlahan diimplementasikan oleh pemerintahan Prabowo, Hanya menunggu satu lagi, siapa yang paling vokal bersuara perihal mafia oil dan migas sosok tersebut adalah Almarhum bang Faisal Basri.

Tidak ada pula sosok ekonom senior yang paling lantang mendorong untuk kemerdekaan energi selain dirinya, Kini mimpi itu perlahan pula sedang direalisasikan, menuju Indonesia menjadi kekuatan ekonomi keempat di dunia.

Musuh terbesar bangsa ini adalah middle income trap, Middle income trap merupakan suatu keadaan ketika negara berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah tetapi tidak dapat keluar dari tingkatan tersebut untuk menjadi negara maju.

Seluruh ekonom dunia merumuskan untuk menghadapi situasi itu tidak ada pilihan kecuali harus diatasi dengan level of growth ekonomi yang tinggi melalui produktivitas faktor kapital yang tinggi yaitu dengan inovasi dan efesiensi

Peta jalan Ekonomi kita sekarang lebih gagah dan terarah, baru-baru ini pemerintah pula melalui PLN mencanangkan Indonesia menuju kemerdekaan Biomassa.

Setalah Hilirisasi sektor pertambangan, zoom out pembangunan energi juga kini diarahkan pada sektor yang sejak dahulu Indonesia mempunyai potensi menjadi pemain utama

Kini kita lebih berani melangkah, di momentum Kemerdekaan ke-80 ini pula PLN menargetkan realisasi perdagangan guna mendukung percepatan pembangunan ekonomi di bidang Biomassa dengan target pembelian komoditas sekitar 10 juta MT

Ini peluang menjawab jebakan middle income trap dan bagi daerah-daerah bercuaca agraris menatap pembangunan ekonomi melalui koperasi merah putih dengan membentuk cluster-cluster UKM fokus kepada hilirisasi industri Biomassa juga perlu ditindaklanjuti dengan seksama