Konten dari Pengguna

Sebuah Idiom Kepemimpinan "Leaders Eat Last"

Edo Hendra Kusuma

Edo Hendra Kusuma

Edo Hendra Kusuma, adalah Anak Muda Indonesia yang berasal dari Daerah, dirinya pernah menjadi Profesional di berbagai Perusahaan dan Pernah menjadi Direktur Utama Menara Energy Resources, Komisaris Mutiara Sumatera serta Ketua Banom HIPMI Institute

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Edo Hendra Kusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi para pemimpin dunia. Foto: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi para pemimpin dunia. Foto: Dokumentasi pribadi

Terlampau banyak Definisi tentang kepemimpinan yang baik dan bermanfaat untuk anda pelajari, semua blok memiliki kutub masing-masing Ada Sun Tzu dari kutub timur yang mengajarkan kepada kita bahwa "Seorang Pemimpin, memimpin dengan memberikan contoh, bukan paksaan" atau di Barat ada Abraham Lincoln yang merepresentasikan semangat "Honest Abe" dan Team of Rivals dalam karakter kepemimpinan yang dirinya pegang.

Dewasa ini, semangat yang dipegang oleh Abraham Lincoln, Filosofi yang diajarkan oleh Sun Tzu cenderung rapuh dan tertanggal dilampaui dengan alasan nation interest masing-masing negara dan para pemimpinnya, oleh karena itu pembaharuan tentang tentang tipe kepemimpinan yang dibutuhkan untuk ketentraman dunia dan tetap memenuhi kepentingan negara masing-masing perlu diperhatikan lebih, diantaranya tesis yang berjudul "Leaders Eat Last" yang diprakarsai oleh Simon Sinek.

menciptakan generasi baru yang Visinya sederhana saja, yang memahami bahwa keberhasilan dan kegagalan suatu negara maupun organisasi tidak tunggal karena faktor manejerial yang matang, lebih dari itu faktor x yang sebetulnya menjadi alasan utama ialah keunggulan kepemimpinan.

Bila CEO Microsoft memberi resep utama pada proses revolusi Microsoft yang sempat berada pada stagnanisasi adalah Values sehingga ia merekonstruksi organisasi terbesar pada sektor teknologi yang dulunya para pegawai berpikir dan bergerak dengan cara tradisional dan konvensional, administrasi yang rumit. Ia mengubah itu semua dengan mengedepankan empati, sebab menurutnya Empati merupakan entry point menuju growth mindset yang menghasilkan inovasi dan kemajuan, boom semua itu berhasil.

Atau, tentang strategi ekstrim yang dilakukan oleh Presiden Argentina meniadakan bonus, memangkas pos-pos anggaran yang tidak perlu. Di awal gebrakan nya, pilihan ini memang betul tidak populis dan cendrung memperkokoh posisi oposisi untuk menyerang, namun sekali lagi kematangan dan konsistensi yang ia pertahankan waktu yang menjawab, kebijakan yang awalnya ditentang oleh rakyat kini didukung dengan penuh. Sekali lagi membuktikan kepada kita, manejerial yang baik tidak cukup namun saat badai menghantam keunggulan pemimpin jadi tonggak awal.

Ren Zhengfei, mantan militer yang bertransformasi menjadi penguasa teknologi dunia. Sempat mengalami badai banned dari Barat sebab tuduhan dicurigai sebagai bahan spionase China di bumi belahan barat hingga sempat terpuruk.

Sekali lagi keunggulan pemimpin jadi pintu melewati itu semua, Huawei kini berhasil mengembalikan senjata kembali kepada tuan nya, Harmony OS Next jadi produk independen dari HUAWEI memberi jawaban dari kepungan banned bahwa badai bisa menjadi momentum, dan sekali lagi momentum itu hanya dapat terbaca dan teraplikasi oleh pemimpin yang unggul.

Kembali ke pembahasan awal Leaders eat Last, Simon Sinek yang pertama kali mengenalkan istilah ini secara rigit, ia mengilustrasikan bahwa definisi pemimpin unggul itu adalah pemimpin yang terakhir makan dalam perjamuan.

Dan, itulah rumusan yang mendorong militan dibelakang nya untuk terus bergerak, sebab mereka yakin pemimpin tersebut akan melindungi nya, berkerja tanpa kenal lelah untuk mewujudkan visi misi mereka, dan dengan bangga menyebut kita merupakan pengikut mereka, itulah pemimpin yang unggul, dan definisi lugas tentang "Leaders eat Last" memahami bahwa keberhasilan dan kegagalan suatu negara maupun organisasi tidak tunggal karena faktor manejerial yang matang, lebih dari itu faktor x yang sebetulnya menjadi alasan utama ialah keunggulan kepemimpinan.