Inovasi Sederhana, Ubah Ikan Pindang Menjadi Produk Nendang

Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Dika Fajar Alfiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal, merupakan sentra produksi ikan pindang yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Namun, masyarakat masih minim melakukan diversifikasi. Maka dari itu, Dika Fajar Alfiansyah melaksanakan program pembuatan abon ikan pindang dengan metode minim minyak guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Desa Tambaksari.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai diversifikasi pangan, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan abon ikan pindang menggunakan metode minim minyak. Metode ini menghasilkan abon dengan kandungan minyak lebih rendah, tekstur lebih kering, dan daya simpan lebih baik. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan pindang menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi.
Masyarakat Desa Tambaksari menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti setiap tahapan demonstrasi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai proses pembuatan abon ikan pindang. Respons positif yang diberikan menunjukkan minat masyarakat untuk menerapkan inovasi tersebut sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk berbasis potensi perikanan desa.
Kesan: "Masyarakat mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif selama demonstrasi pembuatan abon ikan pindang. Metode minim minyak dinilai lebih praktis dan menghasilkan abon dengan kualitas yang lebih baik sehingga berpotensi diterapkan sebagai inovasi olahan ikan di masa mendatang."
Laporan oleh: Dika Fajar Alfiansyah
