Konten dari Pengguna

Label Dan Kemasan Baru, Langkah Kecil Tingkatkan Nilai Jual Abon Ikan Pindang

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dika Fajar Alfiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan kuliah kerja nyata multidisiplin 1 Dika Fajar Alfiansyah berjudul LABEL DAN KEMASAN BARU, LANGKAH KECIL TINGKATKAN NILAI JUAL ABON IKAN PINDANG di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan kuliah kerja nyata multidisiplin 1 Dika Fajar Alfiansyah berjudul LABEL DAN KEMASAN BARU, LANGKAH KECIL TINGKATKAN NILAI JUAL ABON IKAN PINDANG di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal

Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal, dikenal sebagai salah satu sentra produksi ikan pindang yang berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Namun, produk abon ikan pindang yang dihasilkan masyarakat belum memiliki label dan kemasan yang memadai sehingga nilai jualnya belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, Dika Fajar Alfiansyah melaksanakan program implementasi desain label dan kemasan sebagai upaya meningkatkan identitas dan daya tarik produk.

Program ini meliputi perancangan label yang memuat nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal produksi, dan identitas produsen sesuai ketentuan pelabelan pangan. Selain itu, dipilih kemasan yang lebih menarik dan praktis untuk melindungi mutu produk. Contoh label dan kemasan kemudian diterapkan pada abon hasil pelatihan. Program ini bertujuan meningkatkan identitas dan nilai jual produk.

Masyarakat setempat menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pemaparan berlangsung, Masyarakat aktif mengikuti kegiatan, sesi diskusi, serta memberikan respon positif terhadap inovasi label dan kemasan yang diperkenalkan.

Kesan: "Masyarakat memberikan respons positif terhadap contoh desain label dan kemasan produk Abon Pindang. Mereka memahami pentingnya kemasan dan label sebagai bagian dari pemasaran produk pangan."

Laporan oleh: Dika Fajar Alfiansyah