Pola Makan Orang Jepang untuk Umur yang Lebih Panjang, Indonesia juga Bisa!

Undergraduate Student of Management, Airlangga University
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Adelia Najla Rianty tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jepang adalah salah satu negara yang dikenal dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Hal ini bukan tanpa alasan. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap umur panjang masyarakat Jepang adalah pola makan tradisional yang mereka terapkan. Banyak peneliti menemukan bahwa ada kaitan erat antara makanan yang dikonsumsi masyarakat Jepang dengan kesehatan dan umur panjang.
Sebenarnya pola makan seperti apa yang diterapkan masyarakat Jepang?
Pola Makan Tradisional Jepang (Washoku)
Jepang mempunyai pola makan yang disebut dengan Washoku. Pola makan tradisional Jepang tersebut telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Dalam Washoku mengutamakan:
Makanan segar dan alami (Less processed food): Orang Jepang gemar mengonsumsi makanan yang fresh. Mereka mengonsumsi makanan dari alam yang masih segar dan tidak terlalu banyak melewati proses pengolahan, seperti ikan, sayuran, dan buah-buahan agar nutrisi alaminya tetap terjaga.
Rendah kalori dan lemak: Makanan yang dikonsumsi masyarakat Jepang cenderung rendah lemak dan merupakan lemak yang bagus, yaitu omega-3. Selain rendah lemak, makanan jepang juga rendah kalori walaupun rendah kalori, makanan jepang kaya akan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
Porsi kecil (secukupnya): Penyajian makanan dengan porsi kecil ini membantu masyarakat Jepang dalam mengkontrol asupan makan harian mereka agar tidak berlebihan.
Komponen Utama Pola Makan Jepang:
Ikan dan Protein Hewan: Konsumsi ikan per kapita negara Jepang terbilang tinggi. Ikan sebagai salah satu bahan makanan yang kaya akan asam lemak omega-3. Kudapan populer Jepang yang banyak digemari masyarakat Indonesia adalah sushi dan sashimi berbahan dasar Ikan salmon. Selain ikan, Jepang juga mempunyai kualitas telur yang baik dan bebas dari bakteri Salmonella agar mereka bisa mengonsumsi telur ini dalam keadaan mentah dengan nasi.
Sayuran dan Rumput Laut: Pola makan Jepang mengutamakan serat. Oleh karena itu, Jepang senang membudidayakan sayuran berkualitas yang kaya akan serat, seperti lobak daikon, wortel, kubis serta rumput laut (nori, wakame). Serat dalam diet membantu pencernaan, menjaga tekanan darah, dan menurunkan risiko penyakit kronis.
Kedelai: Jepang mempunyai natto. Natto adalah makanan tradisional Jepang berbasis kedelai yang difermentasi. Miso juga berasal dari kedelai yang kaya akan protein nabati dan isoflavon, kandungan tersebut membantu mengurangi risiko kanker serta menjaga kesehatan hormon dan tulang.
Teh Hijau: Teh hijau merupakan superfood yang berasal dari daun Camellia sinensis. Teh hijau adalah salah satu minuman khas Jepang yang kaya akan antioksidan untuk membantu melawan radikal bebas.
Hubungan Pola Makan Terhadap Umur PanjangPola makan yang diterapkan orang Jepang membantu mereka untuk menunjang kesehatan tubuh mereka. Berikut adalah manfaat dari Washoku.
Membantu menjaga berat badan ideal
Mengurangi risiko pentagon kronis
Melindungi tubuh dari kerusakan sel
Menerapkan Pola Makan Sehat dengan Makanan Tradisional Indonesia
Sumber daya alam Indonesia sangat melimpah terlebih perikanan dan pertaniannya. Oleh karena itu mudah bagi masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola makan real food, tinggal bagaimana orang Indonesia mengolah bahan baku tersebut agar menjadi makanan yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh. Contoh kudapan Indonesia yang sehat dan termasuk less processed food, seperti tempe, naniura ikan mentah bumbu khas batak, sayur kelor, dan masih banyak makanan bernutri yang berasal dari alam Indonesia.
