Dolar Naik: Ini Dampaknya dari Segi Akuntansi

Mahasiswa aktif program studi Akuntansi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Zaskia Cahya Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Naiknya nilai tukar dolar kembali jadi pusat perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Pergerakan nilai tukar ini tidak hanya jadi perbincangan di dunia ekonomi dan bisnis, tetapi juga masyarakat di media sosial setelah viralnya pernyataan Bapak Presiden Indonesia baru-baru ini yang menyebutkan bahwa rakyat desa tidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari hari.
Mungkin sekilas pernyataan tersebut terdengar masuk akal, karena memang sebagian besar masyarakat indonesia bertransaksi dengan menggunakan rupiah, seperti membeli bahan pokok, transportasi, dan aktivitas ekonomi lainnya. Hal itulah yang membuat banyak orang merasa bahwa kenaikan nilai tukar dolar ini bukan masalah besar dan tidak berpengaruh ke kehidupan sehari-hari.
Namun, jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, kenaikan dolar ini tetap memberikan dampak, meskipun tidak selalu dirasakan secara langsung. Dalam dunia akuntansi dan bisnis, perubahan nilai tukar adalah salah satu hal yang diperhatikan karena berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan.
Mengapa Nilai Tukar Dolar Bisa Berpengaruh?
Walaupun masyarakat umum jarang menggunakan dolar untuk bertransaksi, masih banyak sektor di Indonesia yang bergantung pada impor, termasuk sektor pangan. Beberapa perusahaan juga membeli bahan baku, mesin atau produk tertentu dari luar negeri yang sudah pasti pembayarannya menggunakan dolar.
Ketika harga dolar naik, biaya impor juga otomatis naik. Perusahaan harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk mendapatkan barang yang sama, dan ini akan berakibat langsung pada melonjaknya biaya operasional perusahaan. Misalnya, yang dulunya perusahaan mengeluarkan 15 miliar rupiah untuk 1 juta dolar, sekarang perlu mengeluarkan rupiah yang lebih banyak.
Semakin tinggi nilai tukar dolar, semakin besar juga biaya yang harus dikeluarkan perusahaan. Kenaikan biaya operasional ini akan memengaruhi pengeluaran perusahaan yang dapat mengurangi laba jika tidak diimbangi dengan pendapatan yang meningkat. Dalam kondisi ini perusahaan berada di posisi yang sulit, disatu sisi biaya produksi meningkat, disisi lain harus jaga harga jual produk agar daya beli masyarakat juga tetap terjaga.
Dampak Nilai Tukar Dolar dalam Akuntansi
Perubahan nilai tukar bukan semata-mata perubahan angka biasa. Ketika rupiah melemah terhadap dolar, perusahaan yang memiliki transaksi mata uang asing tentunya perlu menyesuaikan pencatatannya. Perubahan ini akan berpengaruh terhadap beban, nilai hutang, sampai laba perusahaan. Fenomena ini dikenal sebagai pengaruh selisih kurs.
Banyak orang mungkin beranggapan bahwa akuntansi hanya sebatas angka dan laporan keuangan. Padahal, perubahan kondisi ekonomi seperti halnya kenaikan nilai tukar dolar dapat tercermin langsung dalam pencatatan keuangan perusahaan yang akhirnya bisa berdampak ke masyarakat. Kenaikan biaya operasional, perubahan harga jual, hingga penurunan laba adalah bagian dari proses akuntansi yang terjadi akibat adanya perubahan kondsi ekonomi global.
Dampaknya Bisa Sampai ke Masyarakat
Dalam Jangka panjang, kenaikan dolar bisa berdampak langsung ke masyarakat. Ketika biaya operasional naik, perusahaan tentunya akan melakukan penyesuaian harga untuk menutupi tingginya biaya tersebut.
Jika ini terjadi di banyak sektor secara bersamaan, harga barang di masyarakat juga ikut naik secara keseluruhan. Dalam kondisi tertentu jika terus-menerus terjadi kenaikan harga, hal ini bisa saja memicu terjadinya inflasi. Artinya meskipun rakyat tidak menggunakan dolar untuk bertransaksi, dampaknya tetap bisa dirasakan melalui naiknya harga barang dan biaya hidup.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan nilai tukar dolar sebenarnya tidak hanya berpengaruh pada perusahaan atau pasar internasional saja, tapi juga berdampak ke kehidupan masyarakat, meskipun seringkali tidak disadari secara langsung.
Lebih dari Sekadar Nilai Tukar
Pada akhirnya, pernyataan bahwa rakyat desatidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari-hari memang benar, tapi bukan berarti naiknya nilai tukar dolar tidak memberikan dampak sama sekali.
Dalam dunia akuntansi dan bisnis, perubahan nilai tukar dolar tetap berpengaruh pada kondisi perusahaan, mulai dari biaya operasioanal hingga ke laporan keuangan perusahaan. Dampak ini kemudian akan kembali ke masyarakat ketika harga barang mulai naik, dan biaya hidup meningkat.
Maka dari itu, kenaikan nilai tukar dolar tidak bisa dianggap remeh dan tidak berdampak bagi masyarakat. Walaupun seringkali muncul perlahan dan tidak disadari secara langsung naiknya nilai yukar dolar tetap berpengaruh pada masyarakat.
