Konten dari Pengguna

Sinergi BKB Kuntili dan KKN 17 UIN Saizu Cetak Orang Tua Hebat dan Balita Sehat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Naina Amalia Mahfirotul Kintani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi akhir acara BKB di Balai Desa Kuntili
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi akhir acara BKB di Balai Desa Kuntili

KUNTILI, BANYUMAS — Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) Desa Kuntili yang berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 17 UIN Profesor Kyai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto sukses digelar di Balai Desa Kuntili pada Senin, 3 Agustus 2026. Acara yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini dihadiri oleh Ibu Susanti selaku Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Sumpiuh, Kepala Desa Kuntili bapak Salamun, kader BKB Eko Sulistyorini, serta para ibu beserta balitanya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mendukung tumbuh kembang anak usia 0–6 tahun melalui monitoring perkembangan sesuai kelompok umur masing-masing, sekaligus membekali para orang tua dengan pemahaman pengasuhan berbasis kasih sayang dan empati (parenting positif).

Dokumentasi acara BKB di Balai Desa Kuntili

Dalam paparan materi utama, Ibu Susanti (PLKB Kecamatan Sumpiuh) menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat demi mendukung masa emas pertumbuhan anak.

"Mengasuh anak dengan baik dan benar bukanlah hal yang instan, melainkan sebuah proses belajar yang berkesinambungan. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam memberikan kasih sayang, stimulasi positif, serta keteladanan sehari-hari. Selain itu, orang tua, khususnya para ibu, harus senantiasa belajar melatih kesabaran ekstra dalam menghadapi dinamika tumbuh kembang anak, karena setiap anak itu unik dan memiliki proses perkembangannya masing-masing," ujar Ibu Susanti.

Pematerian dari KKN 17 UIN Saizu

Materi kemudian diperkaya oleh Adam dan Azmi selaku pemateri kedua perwakilan mahasiswa KKN UIN Profesor Kyai Haji Saifuddin Zuhri Kelompok 17. Mereka memaparkan materi bertajuk "Parenting Positif: Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan dan Pertumbuhan Emosi Anak" guna mendorong terciptanya lingkungan rumah yang harmonis dan penuh kehangatan.

Dalam pemaparannya, Adam menggarisbawahi bahwa kata-kata dan perlakuan orang tua sehari-hari akan membentuk masa depan serta suara hati anak hingga dewasa. "Sering kali yang perlu berubah bukan anak, melainkan cara kita sebagai orang tua dalam merespons mereka. Kadang kita marah bukan karena anak nakal, tetapi karena lelah atau tekanan beban hidup. Anak bukanlah tempat pelampiasan emosi," tegas Adam.

Sementara itu, Azmi mengajak para orang tua untuk merefleksikan pentingnya membangun hubungan berbasis kepercayaan ketimbang rasa takut. "Jika anak hanya takut, mereka akan cenderung menyembunyikan kesalahan. Sebaliknya, jika anak percaya, mereka akan menjadikan orang tua sebagai tempat pertama untuk meminta pertolongan dan tempat paling aman untuk pulang," terang Azmi.

Selain pemaparan materi, sosialisasi dikemas secara interaktif melalui sesi ice breaking reflektif, pemutaran video pengasuhan, simulasi studi kasus nyata, pemantauan kembang anak, serta penyampaian 7 langkah praktis menjadi orang tua hebat (seperti mendengarkan cerita anak, memberi kasih sayang, menjadi teladan, hingga mendoakan anak). Mahasiswa KKN turut mendampingi dan membantu kader BKB Eko Sulistyorini demi kelancaran jalannya acara dari awal hingga akhir serta ada sedikit doorprize untuk yang bisa menjawab pertanyaan dari pemateri.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan para orang tua di Desa Kuntili memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pola asuh, mampu mengaplikasikan ilmu kesabaran dalam mendidik buah hati, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, PLKB, kader BKB, dan mahasiswa dalam menyukseskan program pembinaan keluarga balita.