Konten dari Pengguna

Mengenali Karakteristik Siswa Hiperaktif

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sulthan Abrar Rayyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

proses belajar mengajar ( Foto :  Sulthan Abrar Rayyan/kumparan )
zoom-in-whitePerbesar
proses belajar mengajar ( Foto : Sulthan Abrar Rayyan/kumparan )

Pembelajaran dalam kelas hendaknya mampu memberikan layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik. Siswa hiperaktif memiliki kebutuhan yang sama dengan peserta didik lain, namun terkadang memerlukan layanan pendidikan khusus yang berbeda pada hal – hal tertentu. Ferdinand Zaviera mengungkapkan siswa hiperaktif memiliki beberapa karakteristik, yaitu:

1. Tidak Fokus

Siswa hiperaktif tidak bisa duduk diam dalam jangka waktu lama dan perhatiannya mudah teralihkan ke hal lain. Selain itu, tidak ada fokus yang jelas pada anak hiperaktif. Siswa hiperaktif berbicara dengan bebas tanpa makna yang jelas, sehingga kalimat-kalimatnya seringkali sulit dipahami orang lain.

2. Menentang

Siswa hiperaktif seringkali menolak atau tidak mau menerima nasihat dari orang lain. Penolakan tersebut biasanya dengan sikap acuh, seakan – akan tidak ada yang berbicara.

3. Merusak

Perilaku anak hiperaktif seringkali bersifat disruptif atau mengganggu. Siswa hiperaktif bisa saja merusak atau merusak mainan jika ada anak lain yang sedang menata mainannya dengan baik dan rapi

4. Tidak Mudah Lelah

Siswa hiperaktif cenderung tidak mudah lelah. Dalam satu hari penuh siswa hiperaktif dapat bergerak, melompat, berlari, dan sebagainya.

5.Tidak ada tujuan

Siswa hiperaktif bermain-main tanpa tujuan yang jelas. Siswa hanya melakukan apa yang ingin lakukan.

6. Tidak sabaran dan Jail

Siswa hiperaktif tidak suka menunggu dan seringkali langsung mengambil ketika ingin meminjam barang teman sebayanya. Siswa hiperaktif sering menjaili teman tanpa alasan yang jelas.

7. Intelektual Rendah

Intelektualitas anak hiperaktif rendah bisa terjadi karena secara psikologis mentalnya sudah terganggu. Oleh karena itu, ia tidak bisa menunjukkan kemampuan kreatifnya.***

Sulthan Abrar Rayyan, mahasiswa Pendidikan Agama Islam STAI - Al - Hamidiyah Jakarta.