Mesin Pencuci Telur Asin Otomatis Hadir sebagai Inovasi bagi UMKM Cikarang

Dosen Teknik Industri - Universitas Singaperbangsa Karawang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rana Ardila Rahma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Salah satu tantangan yang kerap dihadapi UMKM adalah keterbatasan teknologi produksi, pencatatan usaha yang belum rapi, serta pemasaran yang masih terbatas. Kondisi ini dialami oleh pelaku usaha telur asin yang membutuhkan efisiensi kerja dan strategi bisnis modern agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dari Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) berkolaborasi dengan Universitas Teknologi Digital (UTD) Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Program ini dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Hibah Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan PKM ini menggandeng UMKM Digdo Bintang Telur yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, sebagai mitra. Sebelum adanya program, proses pencucian telur di UMKM ini masih dilakukan secara manual. Hal tersebut membuat produktivitas usaha terhambat karena hanya mampu menghasilkan sekitar 200 butir telur per hari, dengan waktu pencucian yang cukup lama.
Selain itu, mitra juga menghadapi kendala lain berupa pencatatan usaha yang masih manual dan tidak konsisten, sehingga menyulitkan pemilik usaha dalam memantau arus keuangan dan menghitung keuntungan secara tepat. Dari sisi pemasaran, produk telur asin masih dijual dengan cara konvensional, yaitu mengandalkan penjualan langsung tanpa dukungan platform digital yang dapat menjangkau pasar lebih luas.
Melihat kondisi tersebut, tim PKM Unsika dan UTD tidak hanya menghadirkan mesin pencuci telur asin otomatis dengan fitur tambahan yaitu pengaturan kecepatan mesin dan sikat pembersih, pencahayaan untuk mendeteksi telur busuk, dan alat penghitung jumlah telur yang telah lolos seleksi kualitas, tetapi juga melakukan sosialisasi penggunaan pembukuan digital serta pelatihan pemasaran digital. Pembukuan digital dikenalkan melalui aplikasi sederhana berbasis smartphone yang memudahkan pencatatan transaksi harian. Sementara itu, pelatihan pemasaran digital difokuskan pada pemanfaatan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan konsumen.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak signifikan. Dengan mesin pencuci telur asin otomatis, UMKM Digdo Bintang Telur kini mampu meningkatkan kapasitas produksinya hingga 400–500 butir telur hanya dalam waktu 1 jam jika dioperasikan secara terus-menerus. Sementara dari sisi manajemen usaha, mitra mulai terbiasa menggunakan pembukuan digital untuk mencatat transaksi lebih rapi, serta mulai memasarkan produknya melalui media sosial sehingga memperluas akses ke konsumen baru.
Kegiatan PKM ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan UMKM melalui penerapan teknologi tepat guna sekaligus digitalisasi usaha. Selain memberi manfaat langsung bagi mitra, kegiatan ini juga memperkuat peran Unsika dan UTD dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
