Konten dari Pengguna

Stop! Bilang Sistem Informasi Itu Informatika Versi Gampang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arif Khazardila Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi pribadi penulis , 2026
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi pribadi penulis , 2026

Banyak yang mengira Sistem Informasi adalah jurusan “versi gampang” dari Informatika. Padahal, keduanya memang sama-sama bergerak di dunia teknologi, tetapi punya fokus dan cara berpikir yang berbeda.

“Ambil Sistem Informasi, ya? Oh, yang coding-nya lebih sedikit itu?”

“Berarti Informatika versi santai, dong?”

Kalimat seperti itu mungkin terdengar sepele. Tapi kalau terus-menerus didengar, lama-lama cukup mengganggu juga.

Bukan karena mahasiswa Sistem Informasi tidak mau dibandingkan dengan mahasiswa Informatika. Masalahnya, anggapan bahwa Sistem Informasi adalah “Informatika versi gampang” membuat jurusan ini seolah-olah berada satu tingkat di bawah Informatika.

Padahal, bukan begitu cara melihatnya.

Kalau dilihat lebih jauh, Sistem Informasi dan Informatika memang sama-sama berhubungan dengan teknologi, tetapi fokus yang dipelajari berbeda.

Sederhananya, Informatika lebih banyak berfokus pada bagaimana teknologi dibuat dan bekerja, sedangkan Sistem Informasi berfokus pada bagaimana teknologi digunakan untuk menyelesaikan masalah dan memberikan manfaat bagi organisasi atau bisnis.

Bukan Soal Lebih Sulit atau Lebih Mudah

Mahasiswa Informatika memang mempelajari banyak hal teknis secara mendalam. Mulai dari algoritma, struktur data, kecerdasan buatan, pengembangan perangkat lunak, sampai bagaimana sistem komputer bekerja.

Pertanyaan yang sering muncul adalah:

“Bagaimana cara membuatnya?”

Sementara di Sistem Informasi, pertanyaannya bisa bergeser menjadi:

“Masalah apa yang ingin diselesaikan dengan teknologi ini?”

Bukan berarti mahasiswa Sistem Informasi tidak belajar hal teknis.

Kami tetap belajar pemrograman, database, jaringan, analisis sistem, dan berbagai hal yang berhubungan dengan teknologi. Kami juga tetap bisa berhadapan dengan kode, error, dan debugging yang kadang bikin kepala ikut error.

Hanya saja, teknologi bukan satu-satunya hal yang kami pikirkan.

Kami juga belajar memahami kebutuhan pengguna, proses bisnis, pengelolaan data, sampai bagaimana sebuah sistem bisa benar-benar digunakan dalam kehidupan nyata.

Misalnya ada sebuah perusahaan retail yang memiliki database dengan performa sangat cepat.

Membuat database yang cepat dan aman tentu merupakan hal yang penting. Tetapi setelah database tersebut selesai dibuat, masih ada pertanyaan lain.

Bagaimana database itu digunakan untuk membuat pengelolaan stok lebih efektif?

Bagaimana kasir tidak perlu melakukan input data secara berulang?

Bagaimana data transaksi bisa otomatis diolah menjadi informasi yang bisa membantu perusahaan mengambil keputusan?

Di situlah Sistem Informasi masuk.

Kami bukan hanya memikirkan “sistemnya bisa dibuat atau tidak?”, tetapi juga "“sistem ini dibutuhkan atau tidak, dan bagaimana supaya benar-benar berguna?”"

Kami Ada di Tengah-Tengah

Kalau dipikir-pikir, posisi Sistem Informasi cukup unik.

Di satu sisi, ada pengguna yang mungkin hanya berkata,

“Pokoknya saya mau sistem yang gampang dipakai.”

Di sisi lain, ada teknologi yang punya aturan dan logikanya sendiri.

Pengguna berbicara dengan bahasa kebutuhan. Teknologi berbicara dengan bahasa sistem.

Nah, Sistem Informasi berada di tengah-tengah keduanya.

Kami harus memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan pengguna, kemudian menerjemahkannya menjadi sebuah sistem yang bisa dikembangkan oleh tim teknis.

Dan percaya atau tidak, memahami apa yang sebenarnya manusia mau itu tidak selalu sederhana.

Kadang pengguna bilang, “Saya maunya yang simpel.”

Setelah ditanya lebih lanjut, ternyata yang dimaksud “simpel” adalah sistem dengan belasan fitur sekaligus.

Di situlah kemampuan analisis dan komunikasi juga dibutuhkan.

Kenapa Ada Anggapan “Versi Gampang”?

Mungkin salah satu alasannya karena ketika orang mendengar Sistem Informasi, mereka melihat ada mata kuliah seperti manajemen, akuntansi, komunikasi bisnis, dan analisis proses bisnis.

Lalu muncul anggapan:

“Loh, kok ada bisnisnya? Berarti bukan IT, dong.”

Justru bagian itulah yang menjadi salah satu ciri Sistem Informasi.

Teknologi pada akhirnya dibuat untuk digunakan manusia. Dalam dunia kerja, perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang bisa membuat teknologi, tetapi juga orang yang mampu memahami masalah di balik kebutuhan teknologi tersebut.

Sebuah perusahaan bisa saja memiliki aplikasi yang sangat canggih.

Tetapi kalau aplikasinya tidak menyelesaikan masalah, sulit digunakan, atau tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan, teknologi tersebut tetap tidak memberikan hasil yang maksimal.

Karena itu, lulusan Sistem Informasi bisa memiliki jalur karier yang cukup beragam. Tidak hanya sebagai programmer, tetapi juga bisa berkembang menjadi System Analyst, Business Analyst, Product Manager, Data Analyst, ERP Consultant, dan berbagai peran lain yang membutuhkan kemampuan teknologi sekaligus pemahaman bisnis.

Ibaratnya Begini

Kalau Informatika diibaratkan sebagai orang yang fokus merancang dan membangun mesin mobil, Sistem Informasi lebih banyak memikirkan bagaimana mobil tersebut digunakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Bukan berarti salah satunya lebih penting.

Mobil tetap membutuhkan mesin yang baik. Tetapi mesin yang baik juga perlu digunakan dengan cara yang tepat agar bisa memberikan hasil yang maksimal.

Begitu juga dengan teknologi.

Membangun teknologi adalah satu hal. Memastikan teknologi tersebut benar-benar menjawab kebutuhan manusia adalah hal lain.

Dan keduanya sama-sama membutuhkan kemampuan masing-masing.

Jadi, Berhenti Menyebutnya “Versi Gampang”

Sistem Informasi bukan Informatika versi mudah.

Informatika bukan pula Sistem Informasi versi yang lebih sulit.

Keduanya hanya memiliki fokus yang berbeda.

Jadi, buat kamu yang sedang kuliah di Sistem Informasi dan pernah merasa minder ketika bertemu mahasiswa Informatika, tidak perlu merasa seperti itu.

Kamu tidak sedang gagal menjadi mahasiswa Informatika.

Kamu hanya memilih jalur yang berbeda.

Kalau Informatika banyak berfokus pada bagaimana teknologi dibangun dan dikembangkan, Sistem Informasi banyak berfokus pada bagaimana teknologi tersebut bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang nyata.

Pada akhirnya, teknologi bukan hanya soal seberapa canggih sistem yang bisa dibuat.

Teknologi juga soal seberapa besar manfaat yang bisa diberikan.

Dan di situlah Sistem Informasi punya perannya sendiri.