Fashion Show Sebagai Wadah Apresiasi, Atau Hanya Sekedar Gengsi?

Saya adalah seorang mahasiswa di Institut Seni Indonesia Padangpanjang
ยทwaktu baca 5 menit
Tulisan dari brigita alwina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Fashion show adalah tradisi yang sejak lama menjadi ajang penting dalam dunia mode. Awalnya dari Paris hingga ke Indonesia, fashion show tidak hanya berfungsi untuk memamerkan karya-karya para desainer tapi sebagai ruang kreatifitas. Namun seiring berjalannya waktu muncul pertanyaan apakah fashionshow sebagai wadah apresiasi yang penuh makna, atau hanya sekedar acara peragaan busana yang memamerkan kemewahan saja.
Fashion show pertama kali diselenggarakan di paris, dan menjadi sarana untuk mempromosikan desain busana houte couture. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini berkembang ke seluruh dunia dan menjadi ramai di banyak negara-negara. Kini, fashion show menjadi ajang dan ruang berbagi kreatifitas dan budaya. Di Indonesia sendiri, fashion show pwertama kali dikenal oleh Kaliwarang pada tahun 1951. Mulai dari situ terbentuklah komunitas-komunitas kreatif seperti rumah mode, sehingga pada tahun 2008 muncul peragaan busana dengan nama Jakarta Fashion week yang juga menjadi peragaan busana terbesar di Indonesia setiap tahunnya.
Fashion show adalah ruang untuk memamerkan hasil karya desainer yang dibawakan oleh para model yang berjalan di atas catwalk. Saat ini tidak hanya rumah mode atau desainer-desainer saja yang menggelar fashion show, tapi juga institusi, komunitas, atau mahasiswa. Dari kemeriahan acara, terselip pertanyaan apakah sebenarnya fashion show ini memiliki makna penting dan menjadi wadah ekspresi karya para desainer atau justru hanya sekedar menjadi ajang gengsi saja. Hal ini melahirkan perdebatan terutama pada saat karya-karya tersebut lebih menonjolkan estetika visual dibandingkan makna dari karya itu sendiri. Esai ini akan membahas tentang fashion show sebagai ruang kreativitas tanpa batas dan penuh makna, atau menjadi fashion show yang hanya adu gengsi dan kemewahan tanpa makna.
Fashion show sebagai ruang untuk mengenalkan karya-karya yang luar biasa. Memilliki potensi besar untuk membawa perubahan pada trend mode. Melalui kesempatan ini, para desainer memiliki kesempatan untuk menampilkan karya yang indah secara visual dan memiliki makna. Apalagi bagi mahasiswa, fashion show adalah tempa untuk memperlihatkan pada dunia tentang makna dari sebuah busana yang tidak dapat hanya ditulis dalam synopsis. Tidak sedikit desainer atau mahasiswa yang merasakan manfaat fashion show tersebut. Bayak peluang, karir professional, koneksi, pembelajaran yang berharga dll yang bisa di dapatkan.
Salah satu contoh menaFashion Show Oleh Program Studi Pariwisataik datang dari program studi pariwisata yang mengadakan acara fashion show sebagai salah saru tugas pada mata kuliahya. Dalam acara tersebut, mereka menggunakan batik sebagai tema. Mereka menampilkan busana yang bagus dilihat secara visual tapi juga tetap memiliki makna, yaitu untuk menjaga dan melestarikan budaya, wastra nusantara. Pak Naufal selaku salah satu dosen program studi pariwisata mengatakan bahwa kegiatann semacam ini, kedepannya akan rutin dilakukan setiap tahun. Mengingat ini adalah acara pertama dan mendapat antusias dari para audiens. Dan melalui kegiatan ini banyak pelajaran serta nilai budaya yang bisa didapatkan.
Sopian, adalah seorang mahasiswa program studi pariwisata yang ikut serta meramaikan acara tersebut merasa bahwa fashion show itu harus dilakukan dengan mempersiapkan karya yang dibuat dengan sungguh-sunguh, bukan hanya sekedar memamerkan busana yang sudah umum dan tidak memiliki makna. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya kreatifitas, nilai dan makna pada suatu karya. Ketika seorang desainer hanya berpegang pada kemewahan dan gengsi, maka fashion show hanya menjadi tempat sebuah simbol gengsi tanpa pesan dan arti
Namun disisi lain, meskipun fashion show sering kali dirasa tempat untuk berkreasi, tapi tidak jarang kita temukan fashion show yang dilatar belakangi oleh rasa gengsi, kemewahan semata, dan penampilan visual yang mengalahkan makna dari karya tersebut. Seringkali viral menjadi salah satu tekanan dalam pembuatan sebuah karya, sehingga mendorong para desainer atau mahasiswa menciptakan karya yang sesuai dengan trend masa kini demi terlihat menonjol tanpa makna. Ini mengakibatkan fashion show tidak lagi menjadi ruang berkreasi yang penuh nilai.
Vinna, seorang mahasiswi desain mode yang menghadiri acara fashion show yang diadakan oleh salah satu kampus, merasa bahwa karya-karya yang dilihatnya sepanjang acara hanya terasa kemewahannya tanpa tau makna dibalik busana ersebut. Ini menunjukkan bahwa pesan pada karya yersebut tidak akan selalu sampai ke penonton jika hanya mengandalkan kemewahan saja. Beberapa orang menghadiri acara fashion show bukan hanya sekedar melihat model yang berjalan di atas catwalk menggunakan busana dari desainer tertentu saja, tapi ada yang datang karena benar-benar ingin melihat suatu makna yang tertuang dalam bentuk busana.
Sejatinya fashion show adalah ruang kreatifitas dan kesempatan bagi para desainer-desainer muda maupun mahasiswa. Namun jika hanya estetika visual yang diutamakan tanpa menyeimbangkan makna suatu karya, maka nilai fashion show akan kehilangan nilai eduakasinya. Dari hasil wawancara beberapa penonton tadi, dapat disimpulkan bahwa pentingnya makna dalam sebuah karya yang kreatif, dan berharap tidak hanya sebatas menampilkan kemewahan tapi juga karya yang penuh makna. Untuk itu para desainer harus maksimal dalam mempertimbangkan antara karya dengan makna. Sehingga fashion show bukan ajang untuk pamer gengsi tapi juga sebagai ruang kreatifitas dan edukas.
Dengan demikian, fashion show seharusnya bukan hanya menjadi pertunjukan semata, tapi seharusnya menjadi ruang dan wadah kreatif bagi para desainer dan menjadi ruang edukasi bagi para penonton atau penikmat seni. Setiap desainer maupun mahasiswa yang mengadakan fashion show, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan pesan lewat karya-karya yang mereka ciptakan. Jika suatu fashion show diadakan dengan penuh makna dan nilai bukan sekedar gengsi, maka acara tersebut akan berpotensi untuk membuka dialog, membangun kesadaran serta menginspirasi banyak orang. Maka ayo terus dukung fashion show agar menjadi ruang kreatifitas, bermakna dan berdampak bukan menjadi panggu untuk adu gengsi
