Konten dari Pengguna

Terbius Romantisme Kota Dresden di Timur Jerman

Ima Yusmanita

Ima Yusmanita

Based in Borneo, Bali and Bonn. Just got accepted to PhD program-Southeast Asian Studies at University of Bonn. Previously worked at PT Satria Prima as Project Manager. Interested in social media research, urban studies, Europe travel.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ima Yusmanita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dok Foto: pixabay.com/FelixMitermeier.
zoom-in-whitePerbesar
Dok Foto: pixabay.com/FelixMitermeier.

813 tahun sudah kota ini berdiri, namun kecantikannya tak lekang dimakan waktu. Selama berabad-abad pula, sungai Elbe membelah kota tua bernama Dresden di timur Jerman dengan pemandangannya yang romantis seperti Paris.

Suasana romantis Dresden yang saya rasakan mungkin karena terbawa perasaan indahnya saat berdiri di jembatan tepi sungai Elbe sembari memandang siluet patung-patung ukiran seperti malaikat bersayap di atas kubah bangunan megah bergaya arsitektur Baroque zaman abad pertengahan Eropa. Sungai Elbe yang biru membentang sepanjang 20 km yang membelah kota tua Dresden memberikan pesona yang membius bagi siapapun yang memandangnya, kian mengukuhkan betapa spesialnya kota ini.

Tak heran jika Raden Saleh, pelukis kenamaan Indonesia dari abad ke-19, pernah menetap di kota ini selama beberapa tahun untuk mempelajari seni lukis, mencari inspirasi serta bekerja sebagai pelukis potret.

Zwinger Palace-Istana Zwinger-Gaya Baroque atau arsitektur Baroque mulai berkembang pada akhir abad ke 16 Photo: Christine Weissmann

Memandang sungai Elbe dari atas balkon istana Zwinger dan melihat burung-burung laut yang melayang menjelajahi langit Dresden memberikan kedamaian yang absolut. Menyusuri istana Zwinger, ikon kota Dresden, ibukota negara bagian Saxony di sebelah timur Jerman, serasa kembali ke masa silam tepatnya ke abad 17 ketika istana ini dibangun pada masa raja Augustus.

Istana Zwinger Photo: Ima Yusmanita

Ketika berjalan-jalan di atas balkon istana Zwinger yang luas, saya terpukau oleh keindahan arsitektur Baroque yang menunjukkan kemegahan dan kekuasaan kerajaan Eropa masa silam. Gaya Baroque atau arsitektur Baroque mulai berkembang pada akhir abad ke 16. Ukiran dari arsitektur Baroque adalah media pembawa pesan yang ingin disampaikan oleh gereja dengan cara yang lebih dramatis dengan tema-tema yang religius dan penuh emosi pada zaman tersebut.

Arsitekturnya identik dengan desain yang berlebihan, dramatis dan lepas dari aturan. Bangunan yang dibangun pada masa Baroque memiliki penekanan pada pilar, kubah, cahaya yang kontras, lukisan di langit-langit bangunan, dan efek 3 dimensional yang dihasilkan dari pahatan.

Siluet patung-patung ukiran seperti malaikat bersayap diatas kubah Istana Zwinger bergaya arsitektur Baroque zaman abad pertengahan. Photo: Ima Yusmanita

Saya mengamati puluhan pilar tinggi menjulang sekitar 14 meter dengan lengkungan yang bergaya dinamis yang mengitari istana Zwinger dengan dinding-dinding cekung dan cembung menciptakan sensasi pada mata yang melihat seperti motion atau pergerakan pada bangunan. Hal ini sudah cukup membuat saya menarik napas dalam-dalam sembari mengagumi efek tiga dimensi pada banyaknya pahatan di permukaan dinding bangunan istana.

Istana Zwinger. Photo: Ima Yusmanita

Tempat favorit saya adalah berjalan menyusuri lorong-lorong yang indah pada istana Zwinger dan memasuki gerbang bernama Crown Gate, gerbang indah ini memiliki kubah berbentuk mahkota raja dengan pilar 3 tingkat yang kokoh dan megah dipenuhi dengan pahatan-pahatan karya seni yang terlihat teatrikal. Salah satu sudut istana Zwinger pada bagian atas balkonnya dipenuhi oleh pahatan berbentuk bayi manusia yang sedang bermain dan tertawa, di satu sudut lainnya ada pahatan balita yang sedang memandang ke bawah balkon, lengkap dengan pahatan di bagian rambut patung yang dibuat sangat detail bergelombang. Sungguh unik dan indah.

Alun-alun istana Zwinger sangat luas dengan taman-taman dan 4 kolam air yang dibuat saling berhadapan sementara di sebelah kiri kanannya berdiri kokoh sayap-sayap bangunan istana.

Dalam sejarahnya, kota Dresden pernah hancur di bom oleh sekutu dalam perang dunia ke-II pada tahun 1945 kemudian di restorasi lagi secara bertahap hingga tahun 2005.

Jika anda berkunjung ke Jerman, jangan lupa menyinggahi kota ini, Dresden adalah salah satu kota tua indah yang akan memberi anda memori indah tak terlupakan.