Pecinta Sepatu Roda di Mesir

Perjalanan Self-Discovery di Atas Laju Sepatu Roda

Penulis banyak niche, copywriter, holistic living enthusiast
12 Juli 2022 12:38
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Saya percaya orang dewasa hanyalah anak-anak dengan tubuh yang lebih besar. Sejauh apa pun kita tumbuh dan menjalani masa dewasa, kita tidak akan pernah jauh-jauh dari siapa kita di waktu kecil. Setidaknya itu yang saya amini sampai hari ini.
Sudah tiga tahun saya menjalani proses penyembuhan batin—healing, kalau kata anak zaman sekarang—dengan berkonsultasi ke psikoterapis. Dalam prosesnya, banyak sekali hal-hal baru yang saya temukan tentang menjadi orang dewasa. Salah satunya tentang inner child dan bagaimana ia mempengaruhi kehidupan kita sebagai orang dewasa.
Menurut Carl Jung, inner child adalah bagian dari diri kita yang penuh dengan kepolosan, kekaguman, dan keajaiban. Ketika inner child kita sehat, kita akan merasa bersemangat dan penuh inspirasi. Sebaliknya, ketika inner child kita terluka karena kejadian di masa lalu, kita akan merasa terputus dari kehidupan, lelah, kosong, dan tidak bahagia.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Menarik bagaimana sebuah kejadian viral bisa mengubah persepsi atau asumsi banyak orang. Yang jelas, singing bowl bukan cuma buat pawang hujan Mandalika! Kolom Kenyasentana di @kumparanplus.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten