Manfaat Sastra Digital Berbasis Nilai keislaman Bagi Mahasiswa

Dosen Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nugroho Widhi Pratomo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Fenomena sastra digital akhir-akhir ini menjadi daya tarik luar biasa bagi para pembaca, khususnya kalangan mahasiswa sastra yang memang berkecimpung dalam bidang ini. Hadirnya platform sastra digital seperti Wattpad, Webtoon, Noveltoon, dan platform lainnya memberikan kontribusi bagi kemudahan para pencinta sastra untuk menikmati karya secara real time, sehingga mereka tidak tertinggal dari cerita-cerita baru yang lebih menarik.
Bagi mahasiswa, saat ini penggunaan gadget menjadi suatu kebiasaan yang tidak mungkin terhindarkan, dari pagi hingga malam hari sulit terlepas dari gadget, karena memang saat ini digitalisasi sudah menjadi kebutuhan utama bagai mayarakat. Sastra digital yang memberikan cerita-cerita baru tentu memiliki daya tarik bagi mahasiswa yang senang dengan karya sastra. Oleh karena itu kebermanfaatan terlihat ketika pemanfaatan platform sastra digital ini diimplementasikan secara lebih maksimal.
Hadirnya cerita-cerita dengan berbagai tema tentu menjadi tantangan bagi para pembaca, mulai dari percintaan, kasih sayang, perjuangan hidup, bahkan cerita yang memuat tema-tema religius keislaman juga turut hadir memeriahkan cerita-cerita dalam platform sastra digital.
Fenomena remaja saat ini yang kurang menyadari bahwa karya sastra yang dibaca hanya sekedar menjadi sarana hiburan, padahal cerita yang ditulis ada juga yang memiliki tema religius keislaman, tentu ini memberikan dampak positif bagi pembaca dalam jangka panjang.
Karya sastra berbasis nilai keislaman pada platform digital dalam hal ini contoh pada Noveltoon banyak terlihat adanya cerita- cerita tentang keislaman, sehingga pembaca bukan hanya mendapat manfaat secara hiburan, namun secara pelan-pelan mampu memberikan dampak positif bagi pembaca untuk meningkatkan religiusitas dalam diri pembacanya yang didominasi oleh remaja, sehingga mereka dapat menjadikan cerita-cerita tersebut sebagai media untuk meningkatkan nilai-nilai keislaman.
Pada akhirnya sastra digital menjadi obat bagi para penikmat karya sastra untuk tetap menjadikan sastra sebagai salah satu jalan untuk menjadikan manusia yang humanis dan religius.
Penulis: Dr. Nugroho Widhi Pratomo
