Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.89.0
Konten dari Pengguna
Mengenal Korea Selatan: Destinasi Wisata Serba ada dari K- Pop hingga Sejarah
24 Oktober 2024 14:05 WIB
·
waktu baca 4 menitTulisan dari Rohali Nurfitri Dinda Iswara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
K-Pop dan Hallyu Wave: Magnet Wisata Modern
ADVERTISEMENT
Tidak dapat dipungkiri, salah satu daya tarik utama Korea Selatan merupakan fenomena global K- Pop serta Hallyu Wave . Seoul, ibu kota Korea Selatan, merupakan pusat industri hiburan yang mengguncang dunia. Daerah Gangnam serta Hongdae jadi magnet untuk para penggemar musik K- Pop Korea, dengan kafe-kafe menarik, pertunjukan live, serta toko yang menjual merchandise artis idola. SMTOWN di COEX Artium, misalnya, menawarkan pengalaman mendalam untuk penggemar K- Pop dengan museum, studio rekaman, serta pertunjukan hologram.
K- Drama pula ikut berfungsi dalam memperkenalkan Korea Selatan kepada dunia. Posisi syuting drama terkenal semacam" Nami Island" dari serial Winter Sonata ataupun" Goblin" di Deoksugung Palace jadi destinasi yang dicari oleh para penggemar serial tv.
ADVERTISEMENT
Jejak Sejarah dan Budaya Tradisional Korea Selatan
Meski Korea Selatan sangat dikenal dengan wajah modernnya, negara ini juga menawarkan banyak tempat wisata bersejarah. Kota Gyeongju, yang sering disebut sebagai "museum tanpa dinding", merupakan tempat yang kaya dengan peninggalan dari era Dinasti Silla, seperti kuil, pagoda, dan makam raja.
Selain itu, Istana Gyeongbokgung di Seoul merupakan salah satu istana utama dari Dinasti Joseon yang dibangun pada abad ke-14. Di sini, wisatawan dapat menyaksikan upacara pergantian penjaga dan mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea. Bukchon Hanok Village, dengan rumah-rumah tradisionalnya, juga memberikan pengalaman autentik tentang bagaimana kehidupan masyarakat Korea pada zaman dahulu.
Jadi jika kalian kesana wajib banget mencoba pakaian adatnya serta rasakan juga menjadi putri dan ratu kerajaan korea.
Masuknya Agama Islam Di Korea
ADVERTISEMENT
Islam memang jadi agama minoritas di Korea Selatan, dan menariknya, awal mula kehadiran Islam di sana terjadi lewat jalur perdagangan sekitar abad ke-9 Masehi. Tapi, ketika masuk abad ke-14, kerajaan Korea memutuskan untuk mengisolasi diri dan mewajibkan semua rakyatnya menganut Konghucu. Alhasil, hubungan Islam dengan Korea pun terputus.
Islam baru mulai muncul lagi di era modern, terutama setelah kontribusi tentara Turki dalam Perang Korea. Dari situ, Islam pelan-pelan membangun pusat kegiatan dan organisasi. Tapi, tantangan besar datang setelah kejadian tragis 9/11 di Amerika. Islamofobia merebak, termasuk di Korea Selatan. Banyak orang yang mulai mengaitkan Islam dengan kekerasan dan terorisme, sehingga Islam dipandang negatif oleh masyarakat.
Meskipun begitu, komunitas Muslim di Korea Selatan tetap berkembang. Salah satu kunci dari perkembangan ini adalah strategi "Muslim-friendly." Jadi, ada banyak tempat, seperti restoran halal, hotel, hingga tempat ibadah yang disediakan sesuai dengan kebutuhan Muslim. Dengan adanya strategi ini, Islam mulai dilihat dari sudut pandang yang lebih positif oleh orang Korea. Strategi ini membantu masyarakat memahami Islam sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar stereotip negatif yang selama ini melekat.
ADVERTISEMENT
Dan ternyata, Korea Selatan yang kita kenal sebagai Negeri Ginseng ini juga punya kejutan menarik buat umat Muslim lho. Di sana, ada masjid-masjid yang nggak cuma nyaman buat beribadah, tapi juga megah banget! Nggak cuma sekadar tempat shalat, masjid-masjid ini juga jadi pusat komunitas Muslim di Korea. Serunya lagi, arsitektur masjidnya memadukan gaya Islam dengan sentuhan khas budaya Korea. Jadi, kalau ke sana, nggak cuma bisa menikmati suasana ibadah, tapi juga bisa ngerasain vibe unik yang memadukan dua budaya.
Kuliner Korea Selatan: Kenikmatan Tak Terlupakan
Tak lengkap rasanya jika membicarakan Korea Selatan tanpa menyebut kekayaan kulinernya. Makanan khas seperti kimchi, bibimbap, tteokbokki, dan barbecue Korea sudah dikenal luas oleh para wisatawan manapun. Pengalaman makan di pasar tradisional seperti Gwangjang Market di Seoul atau Jagalchi Market di Busan menawarkan cita rasa otentik yang sulit dilupakan. Wisatawan juga dapat menikmati street food yang harganya terjangkau namun lezat di Myeongdong, sebuah kawasan belanja dan tempat kuliner yang sangat ramai sekali. Yang beragama muslim tidak usah takut jika berkunjung ke myeongdong untuk meraskan kuliner, karena sekarang kuliner halal sudah sangat banyak sekali disana.
---
ADVERTISEMENT
Korea selatan merupakan negara yang destinasinya sangat banyak dan tidak akan terlupakan jika kita sudah mengunjunginya. Disana banyak sekali penawaran pengalaman lengkap dari hiburan modern hingga jejak sejarahnya. Negara ini berhasil memadukan modernitas dan tradisi, yang membuatnya menjadi pilihan yang paling tepat untuk siapa saja yang ingin merasakan pesona negaranya yang autentik. Mulai dari kota Seoul hingga ketenangan yang ada di pulau Jeju. setiap sudut dari negara ini menyimpan banyak sekali kejutan yang menanti untuk kita jelajahi.
Rohali Nurfitri Dinda Iswara, Mahasiswi Akhwal Syakhsyiyah Fakultas Ilmu agama Islam Universitas Islam Indonesia
Live Update
Mantan Menteri Perdagangan RI Tom Lembong menjalani sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/11). Gugatan praperadilan ini merupakan bentuk perlawanan Tom Lembong usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.
Updated 26 November 2024, 10:01 WIB
Aktifkan Notifikasi Breaking News Ini