Konten dari Pengguna

Ketika Inflasi Menghantui: Pilih Nabung atau Belanja?

Rika Agustin

Rika Agustin

Mahasiswa Aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rika Agustin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi belanja online. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belanja online. Foto: Shutterstock

Apa yang kamu lakukan pada uangmu saat inflasi? Apakah kamu sebaiknya menabung atau berbelanja? Di tulisan ini, saya akan menjelaskan pandangan saya mengenai apa yang sebaiknya dilakukan pada uang kita saat inflasi.

Kita tahu ya, kalau saat inflasi itu harga-harga barang maupun jasa naik dan diiringi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral. Banyak orang yang berfikir kalau mending menabung saja daripada belanja, toh kita bakal dapat laba atau untung yang banyak daripada kita belanja banyak-banyak harga-harga pada naik sekarang malah rugi.

Nah, apakah pandangan bahwa sebaiknya menabung daripada belanja saat inflasi itu tepat?

Awalnya sebelum saya mengetahui teori Bank Sentral dalam menentukan sebuah kebijakan moneter. Jujur saya juga sepemikiran kalau mending nabung daripada belanja. Tetapi ternyata tidak, mengapa? Nah, mengapa sih Bank Sentral itu naik turunkan suku bunga?

Bank sentral menaikkan suku bunga tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah uang yang beredar. Banyak orang yang hanya memahami kalau inflasi harga barang naik, itu saja. Padahal, saat inflasi ini jumlah uang yang sedang beredar di masyarakat sedang banyak-banyaknya karena pengaruh suku bunga yang turun sebelumnya sehingga masyarakat cenderung menyimpan uangnya dan berbelanja karena harga-harga barang maupun jasa turun.

Sehingga, saat inflasi suku bunga dinaikkan oleh Bank Sentral diharapkan banyak masyarakat yang menabung untuk mengurangi jumlah uang yang beredar. Saat suku bunga naik, kebanyakan masyarakat langsung mengurangi belanja mereka dan memilih untuk menabung. Banyak juga yang menilai dan menyalahkan pemerintah tanpa mengetahui alasan sebenarnya mengapa harga barang dan jasa dinaikkan.

Kebijakan Bank Sentral menaikkan suku bunga saat inflasi adalah untuk menyeimbangkan kembali jumlah uang negara. Uang yang beredar di masyarakat terlalu banyak dan jika dibiarkan akan berimbas pada perekonomian negara. Inilah dampak negativenya, saat inflasi suku bunga naik yang menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi masyarakat. Minat untuk berbelanja menurun dan cenderung menyimpan uangnya.

Jika kita lebih memilih untuk menabung dan mengurangi belanja itu tidak tepat. Bank sentral menaikkan dan mengurangi suku bunga untuk menstabilkan jumlah uang negara yang beredar di masyarakat. Nanti di saat jumlah uang negara sudah stabil atau malah kelebihan karena masyarakat yang gencar-gencaran untuk menabung, Bank Sentral akan menurunkan suku bunga. Saat suku bunga turun, harga-harga barang dan jasa juga turun. Nah, pasti masyarakat langsung gencar-gencaran menggunakan uangnya untuk berbelanja.

Jadi, apa kesimpulannya? Menabung atau tetap berbelanja saat inlasi?

Ilustrasi Tabungan atau Menabung. Foto: Shutterstock

Jawabannya adalah seimbang saja. Jangan melebihkan menabung dan mengurangi berlebihan belanja. Tetaplah menabung dalam pemikiran untuk masa depan kita kelak dan juga membantu negara. Maksutnya membantu negara apasih? Nah maksutnya adalah ketika kita menabung secara tidak langsung kita membantu menstabilkan kembali jumlah uang yang ada di negara. Kita sebagai warga negara yang baik harus membantu untuk kebaikan perekonomian negara kita. Apabila perekonomian negara sejahtera? Siapa yang untung? Kita semua yang diuntungkan.

Meskipun kita sudah memahami teori moneter terkait inflasi ini, jangan sampai berfikiran kalau menabung atau tidak sama saja. Ujungnya kalau tidak naik ya turun dan diimbangi dengan naik turunnya juga harga barang dan jasa. Jangan berpikiran seperti itu ya sobat!

Selanjutnya, saat inflasi jangan juga mengurangi berlebihan berbelanja. Ini adalah teori moneter Bank Sentral mengembalikan kestabilan uang yang beredar. Mengurangi berlebihan berbelanja itu juga tidak baik untuk keseimbangan perekonomian. Penjual atau penyedia barang dan jasa darimana mendapat pemasukan? Meskipun harga-harganya naik kita sebaiknya tetap berbelanja secara normal.

Hal ini berkaitan dengan isu resesi global yang sedang marak juga, kenapa perekonomian global menurun? Ya karna hal ini, saat inflasi dan suku bunga naik. Masyarakat cenderung mengurangi aktivitas ekonomi mereka termasuk berbelanja. Resesi ini juga dampaknya banyak loh dalam perekonomian, yang mungkin kita tidak fikirkan. Nah, untuk itu kita sebagai masyarakat harus turut membantu menyeimbangan perekonomian negara kita. Jangan melebihkan menabung jangan terlalu mengurangi belanja.