Jangan Baperan, Tapi Juga Jangan Nyolot: Etika Komunikasi Antar Rekan Kerja

Mahasiswi Universitas Pamulang Jurusan Ilmu Komunikasi
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Dhiya Adeliya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernah debat sama teman kerja, tapi ujung-ujungnya jadi diem-dieman? Komunikasi antar rekan kerja itu ibarat main bola bareng—kalau salah oper, tim bisa kacau. Kalau terlalu hati-hati, jadi stagnan.

1. Boleh beda pendapat, asal tahu cara ngomongnya
Sampaikan ketidaksetujuan dengan nada membangun, bukan menjatuhkan.
Contoh: “Menurut aku, lebih efektif kalau…” bukan “Kenapa kamu malah bikin begini?”
2. Hindari komunikasi pasif-agresif
Sindiran, diam-diam ngambek, atau nada sinis bisa memicu konflik. Pilih komunikasi terbuka dan langsung.
3. Jangan baperan, tapi tetap peka
Bersikap terbuka terhadap kritik adalah kunci pertumbuhan. Tapi tetap jaga empati saat memberi dan menerima masukan.
4. Hargai waktu dan ruang kerja orang lain
Etika juga berarti tahu kapan waktunya bercanda, kapan harus fokus, dan kapan harus minta izin sebelum mengganggu.
Kesimpulan:
Etika komunikasi antar rekan kerja yang baik memperkuat ikatan tim dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan serta produktif.
