Konten dari Pengguna

Jangan Baperan, Tapi Juga Jangan Nyolot: Etika Komunikasi Antar Rekan Kerja

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dhiya Adeliya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah debat sama teman kerja, tapi ujung-ujungnya jadi diem-dieman? Komunikasi antar rekan kerja itu ibarat main bola bareng—kalau salah oper, tim bisa kacau. Kalau terlalu hati-hati, jadi stagnan.

Ilustrasi ini dibuat menggunakan dall-e, alat generasi gambar berbasis AI.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ini dibuat menggunakan dall-e, alat generasi gambar berbasis AI.

1. Boleh beda pendapat, asal tahu cara ngomongnya

Sampaikan ketidaksetujuan dengan nada membangun, bukan menjatuhkan.

Contoh: “Menurut aku, lebih efektif kalau…” bukan “Kenapa kamu malah bikin begini?”

2. Hindari komunikasi pasif-agresif

Sindiran, diam-diam ngambek, atau nada sinis bisa memicu konflik. Pilih komunikasi terbuka dan langsung.

3. Jangan baperan, tapi tetap peka

Bersikap terbuka terhadap kritik adalah kunci pertumbuhan. Tapi tetap jaga empati saat memberi dan menerima masukan.

4. Hargai waktu dan ruang kerja orang lain

Etika juga berarti tahu kapan waktunya bercanda, kapan harus fokus, dan kapan harus minta izin sebelum mengganggu.

Kesimpulan:

Etika komunikasi antar rekan kerja yang baik memperkuat ikatan tim dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan serta produktif.