Konten dari Pengguna

Naik Gunung Sebagai Pemulihan dari Patah Hati

Safa Aulia

Safa Aulia

Merupakan Mahasiswi ITB Ahmad Dahlan Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Safa Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : foto pribadi Safa Aulia
zoom-in-whitePerbesar
sumber : foto pribadi Safa Aulia

Mendaki Gunung menjadi pelarian utama bagi anak muda dalam memulihkan perasaan patah hati

Patah hati proses yang alami dan kompleks, dan setiap orang meresponsnya dengan cara yang berbeda. Namun, melibatkan diri dalam kegiatan seperti mendaki gunung dapat menjadi langkah positif dalam proses penyembuhan dan pemulihan.

Sebagai pengguna akun Tiktok, saya sering melihat banyak sekali orang-orang yang baru belajar untuk naik gunung. Tentunya dengan berbagai alasan yang mereka punya, salah satunya adalah mengobati kesedihan dan patah hatinya.

Sebenarnya kalau dilihat, naik gunung tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi untuk orang-orang yang memang belum memiliki pengalaman mendaki sebelumnya. Naik gunung butuh perisapan yang matang. Selain perlatan yang lengkap, mental dan fisik juga harus benar-benar dipersiapkan. Karena kalau tidak mempersiapkan dengan baik, niat mengobati patah hati malah menyiksa diri sendiri.

Gunung adalah suatu tempat yang bisa dibilang "ekstrim" karena memang ada beberapa Gunung yang jalurnya tidak ramah untuk pemula, untuk di daki. Maka dari itu sebelum mendaki gunung pertama kalinya, cari lah gunung yang memang trek nya aman dan tidak terlalu tinggi agar tubuh terbiasa sehingga di kesempatan lain bisa mencoba mendaki gunung yang ketinggian nya lebih tinggi lagi.

Baiknya, anak muda jaman sekarang dan termasuk saya lebih memilih melakukan kegiatan positif, mencari pengalaman baru dengan cara mendaki gunung.

Berikut adalah alasan mengapa naik gunung menjadi obat paling efektif :

  • Menyediakan Perspektif Baru: Naik gunung memberikan kesempatan untuk melihat dunia dari ketinggian yang berbeda. Ini dapat membantu seseorang melihat masalah mereka dari sudut pandang yang lebih luas dan menemukan solusi yang mungkin tidak didapatkan sebelumnya.

  • Menguji secara Fisik dan Mental: Mendaki gunung membutuhkan kekuatan fisik dan ketahanan mental yang dapat membantu mengalihkan fokus dari rasa sakit emosional akibat patah hati. Proses mengatasi tantangan di perjalanan dapat memberikan rasa pencapaian, kebahagiaan dan meningkatkan kepercayaan diri.

  • Ketenangan dan Kedamaian: Alam pegunungan sering kali menawarkan ketenangan dan kedamaian yang sulit ditemukan di tengah keramaian kota atau lingkungan hidup kita sehari-hari. Ini dapat membantu seseorang merenungkan perasaan mereka dengan lebih baik dan menenangkan pikiran yang overthingking.

  • Menambah Relasi : Tentunya dengan naik gunung dapat memperbesar relasi kita dengan orang-orang baru yang kita kenal. Mendaki gunung sering kali melibatkan berbagai orang dari latar belakang yang berbeda-beda. Interaksi dengan orang-orang yang memiliki pandangan hidup dan nilai yang berbeda dapat membuka pikiran seseorang dan memperluas wawasan mereka dalam memandang kehidupan.

  • Meningkatkan Rasa Bersyukur :

    Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW, salah satu cara untuk menghilangkan kesedihan adalah dengan melihat yang hijau-hijau. Hadis yang menyebutkan hal ini adalah sebagai berikut:

    "Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Apabila kamu melihat kebun dari surga, maka masya Allah, katakanlah: 'Laa haula wa laa quwwata illa billah' (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah)." (HR. Bukhari no. 6583 dan Muslim no. 2838)

    Pesan ini mengajarkan agar kita menyadari kebesaran Allah SWT dan meresapi keindahan ciptaan-Nya, seperti kehijauan alam, sebagai cara untuk menghilangkan kesedihan. Ini juga mengajarkan kepada kita untuk selalu mengingat Allah dalam setiap kondisi, baik suka maupun duka.

Kesimpulan

Naik gunung dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat dalam proses penyembuhan dan pemulihan dari patah hati, meskipun ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dengan seksama. Meskipun menantang secara fisik dan membutuhkan persiapan yang matang, mendaki gunung memberikan kesempatan untuk mendapatkan perspektif baru, menemukan ketenangan dalam alam, dan memperluas jaringan sosial dengan berinteraksi dengan orang-orang baru. Namun demikian, penting untuk diingat bahwa setiap orang merespons patah hati dengan cara yang berbeda.